Selasa, 20 November 2012

PULANG KAMPUNG KE BUNTOK DIHADANG BANJIR DI BUKIT RAWI, ROMBONGAN GUBERNUR KALTENG PUN MELINTAS


Hari Selasa tanggal 13 November 2012 adalah hari libur lokal untuk kabupaten Kapuas karena hari itu merupakan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kapuas untuk Periode 2013-2018. Manisnya lagi pada hari Kamis dan Jum’at tanggal 15 dan 16 November adalah hari libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1434 H dan Cuti Bersama. Dengan demikian ada rehat yang cukup panjang antara Selasa sampai Ahad tanggal 18. Karena alasan inilah maka saya memutuskan untuk pulang kampung ke Buntok.


Setelah usai menentukan pilihan di TPS 32 di halaman rumah ketua RT 35 Kelurahan Selat Tengah, Jalan Tambun Bungai Gang IV Kuala Kapuas maka saya pun langsung pulang ke Buntok. Hari itu saya berangkat pukul 09.00 WIB mengambil rute jalan raya Kuala Kapuas – Mandomai – Pulang Pisau – Palangka Raya – Timpah – Buntok mengendarai sepeda motor tua Suzuki Tornado GS 110 buatan tahun 1995.

Perjalanan yang selama ini telah saya jalani, jarak dari Kuala Kapuas – Palangka Raya – Buntok memakan waktu 8 (delapan) jam dengan sekali istirahat makan antara Palangka Raya atau Timpah. Namun tanpa diduga dan terpikir sebelumnya ternyata ada banjir menghadang di wilayah Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau. Dari arah Palangka Raya genangan banjir antara jarak 300 meter sampai 50 meter dari Terminal Bukit Rawi atau sekitar 500-an meter dari proyek pembangunan Komplek Sekolah Polisi Negara (SPN) Tjilik Riwut Polda Kalteng. Apa yang terjadi? Karena jalan aspal tergenang banjir antara tumit sampai lutut maka terpaksa kendaraan yang lalu-lalang dibuat bergiliran. Seorang Polisi Lalu Lintas rela berbasah-basah untuk memandu dan membantu para pengendara.

Karena kendaraan terendam air yang berarus dan hujan yang rintik-rintik maka beberapa sepeda motor mogok di kubangan air. Akibatnya cukup banyak pengendara sepeda motor yang tertahan dan otomatis menjadi montir dadakan.

Dalam suasana yang mendung itu tiba-tiba terdengar raung sirena mobil pengawal yang ternyata rombongan Gubernur Kalimantan Tengah Bapak Agustin Teras Narang, SH. Semoga siang itu (antara pukul 12.30 – 14.00 WiB) menjadi perjalanan yang berkesan bagi bapak Gubernur sehingga jalan banjir yang beliau lewati bisa mendapat perhatian khusus guna peningkatannya menjadi jalan bebas banjir. Kami rakyat kecil hanya bisa berharap kepada para petinggi negeri kiranya bisa merasakan apa yang kami alami. Doa kami senantiasa bagi kesehatan dan kebijaksanaan yang Bapak ambil bagi kemaslahatan kita semua.

Tidak ada komentar: