Senin, 26 November 2012

IRING WITU BUNTOK (2)



SAMPAH BUNTOK, Dilempar ke Farid atau Parit?



Sampah adalah problem tersendiri bagi Buntok dan sekitarnya. Masyarakat antero Dusun ini belum familiar dengan mekanisme penanganan sampah yang benar. Buktinya tangan rakyat dengan mudah melemparkan puntung rokok kemana-mana. Botol-botol minuman enteng saja dilemparlan ke parit. Bahkan petugas kebersihan sekalipun masih saja menumpahkan tumpukan sampahnya ke sungai. Singkat kata sungai Barito adalah tempat pembuangan akhir sampah terpanjang di dunia. Singkat hual, persoalan sampah kota Buntok memang tanggung jawab Farid karena parit-parit yang ada sudah terlalu sempit-kipit-hapit-pit-pit.


Adalah sebuah hal faktual yang cukup ironis ketika memotret tempat sampah di Iring Witu, di depan taman Iring Witu dan kantor Polres Barito Selatan. Kenapa ironis? Cobalah lihat bagai mana lucunya orang Buntok menyikapi pemanfaatan bak sampah itu. Sungguh sebuah kenyataan tatkala kebanyakan orang yang membuang kantong sampahnya di tempat itu justru membuang di luar bak sampah sementara bak sampahnya sendiri kosong. Apakah ini bukan ironi? Tentu saja sangat ironis. Buktinya kantong-kantong sampah yang ditaruh di luar bak sampah setiap harinya diudar dan digeret-geret anjing, mengeluarkan bau busuk kemana-mana dan penuh lalat-lalat. Sungguh kasihan Taman Iring Witu dan Kantor Polres menjadi tempat anjing-anjing mejeng menggereti sampah nan bau berulat. Dan celakanya, ironi semacam ini tidak hanya terjadi di Iring Witu depan Polres saja tapi terjadi juga di Kompleks Stadion Batuah dan tempat-tempat sampah lainnya.


Hahai..., kalaulah himbauan jangan membuang sampah di parit sudah dilakukan walau pun belum gencar. Himbauan kebersihan kota bukan semata tanggung jawab Farid tetapi seluruh warga. Tentulah kesadaran khalayak mengenai persampahan ini harus terus kian digiatkan dalam berbagai program dan kegiatan sehingga kota sekecil-mungil-sejumput-imut bernama BUNTOK, dapat juga berada dalam kondisi yang lebih bersih, segar dan indah dikemudian hari. Artinya, jangan lagi sampah dilempar ke sungai Barito, ke danau, ke parit, apalagi ke Farid, namun buanglah sampah pada tempat yang semestinya. Ingat,... salah buang maka anjing yang menebarkannya kemana-mana: SABAX SE-BUNTOK KOTA.






Tidak ada komentar: