Selasa, 13 November 2012

OBROLAN ORANG DI WARUNG MAMA IRFAN (PREAMBULE)

Anak nongkrong main catur


Mama Irfan Menunggui Warungnya
PEMBUKAAN (PREAMBULE)

Warung mama Irfan terletak di Jalan Panglima Batur Nomor 7 RT 01 RW 01 Buntok, ibukota kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Warung sederhana ini tepat berada di sisi Jalan Karang Paci ujung, samping kanan Kantor Kejaksaan Negeri Buntok.
 

Warung mama Irfan operasional dipenghujung Desember 2000, tidak berselisih jauh dengan Kerusuhan Sampit yang meletus awal Januari 2001. Dengan demikian warung ini mendekati usia 12 tahun. Walau pun begitu warung ini tidak pernah maju-maju karena kalau warung ini maju maka jalan pasti menjadi sempit. 

Irfan dan mamanya
Menamakan warung ini dengan Warung Mama Irfan bukanlah kehendak pemilik warung. Awalnya warung tidak punya nama atau warung tanpa judul. Pelanggan dan pembeli yang menamakannya demikian, disamping dikenal juga sebagai Warung Bule karena mama Irfan orang Jawa. Lantaran sudah akrab demikian maka tidak persoalan warung ini sebagai Warung Mama Irfan meskipun Irfan atau Muhammad Irfan Rudiannoor bukan anak tertua keluarga Syamsuddin Rudiannoor. Mama Irfan sejatinya memiliki anak tertua bernama Faizar Rudiannoor namun Faiz tidak terkenal lantaran tidak menetap di Buntok. Dia menuntut ilmu di Jawa dan jarang pulang ke Buntok. Akibatnya hanya Irfan dan mamanya saja yang dikenal karena mereka berdualah yang setiap hari menunggui warungnya dengan setia. 


Irfan dan abahnya
SETIAP HARI ADA OBROLAN MENARIK
Dagangan mama Irfan tergolong sederhana yakni sembilan bahan pokok, makanan kecil, minuman ringan dan rokok, termasuk juga menyediakan kuhup mie instan dan minuman seduh. Diluar itu mama Irfan juga menyediakan pulsa elektrik. Dengan demikian usaha ini tergolong campur-aduk tapi cukup ramai. Maka disela-sela pelanggan yang minum-minum dan makan mie instan ternyata terdengarlah berbagai macam obrolan yang menarik untuk disimak, baik karena topiknya yang aktual atau karena adanya berita terbaru yang sedang hangat. 


Minum dan ngobrol di warung bule Mama Irfan


Pedagang gerobak di depan warung Mama Irfan
Dan fakta menunjukkan, tepat di muka warung mama Irfan senantiasa  nongkong gerobak bakso, pentol kuah, pentol goreng dan dagangan gerobak lainnya. Akibatnya ramailah suasana warung Mama Irfan.  Artinya, dengan banyaknya orang berada di sini telah menumbuhkan komunitas tersendiri, kelas komunikasi tersendiri dan interaksi sosial tertentu. 





Dari berbagai obrolan yang berlangsung di warung mama Irfan maka mulai sekarang akan diketengahkan cuplikannya dalam bentuk tulisan ringan, kritik sederhana dan informasi yang mudah-mudahan dapat diambil manfaatkannya. 



Tidak ada komentar: