Kamis, 22 November 2012

BANGSA MAANYAN MENDIRIKAN NEGARA NAN SARUNAI DI AFRIKA



Syamsuddin Rudiannoor
Dalam tayangan kami terdahulu “Ada Darah Dayak di Madagaskar?”, yang mengutip Tempo.com, Senin, 26 Maret 2012 | 06:04 WIB, sangat jelas bahwa Etnis Malagasi yang kini menempati Negara Madagaskar berasal dari rahim 30 perempuan yang terdampar di daerah itu pada 1.200 tahun lalu. Di antara 30 perempuan itu, 28 perempuan di antaranya berasal dari Indonesia, Suku Dayak Ma’anyan.

Berita ini kembali dilansir koran harian umum Banjarmasin MEDIA KALIMANTAN edisi Jum’at tanggal 16 November 2012 pada halaman 1 dengan judul “Madagascar = Dayak Ma’anyan?” Dalam berita ini ditegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri Madagascar (Afrika) berjanji akan mengadakan penelitian khusus yang nantinya kemungkinan bekerja-sama dengan Pemerintah Indonesia (LIPI).

Berdasarkan Murray Cox, peneliti genetika dari Massey University (Selandia Baru), penelitiannya menyatakan bahwa darah Dayak mengalir di tubuh penduduk Madagaskar. Disebutkannya satu milenium lampau sekelompok etnis asli Kalimantan berlayar menggunakan perahu di Samudra Hindia. Kencangnya ombak di perairan luas ini mendorong perahu hingga terdampar di Madagaskar yang tak berpenghuni. Kelompok yang terdampar inilah kemudian membuka lahan di dataran tinggi untuk dijadikan permukiman dan sawah. “Kami berbicara mengenai satu budaya yang berpindah tempat melintasi Samudera Hindia," katanya kepada Live Science. 


Bukti etnis Dayak sebagai pemukim pertama Madagaskar kini masih terawetkan pada tiga suku yang berdiam di dataran tinggi, yaitu suku Merina, Sihanaka, dan Betsileo. Ketiganya masih berkomunikasi menggunakan bahasa yang mirip bahasa Barito yang dipakai di Kalimantan bagian selatan atau Bahasa Ma’anyan.

Pertanyaan yang masih tersisa di benak peneliti ini adalah seperti apa kontribusi genetik pemukim pertama ini terhadap penduduk Madagaskar saat ini. Untuk mengetahuinya, dia mempelajari gen yang didapat dari mitokondria 300 penduduk Madagaskar dan 3.000 penduduk Indonesia. Pemilihan mitokondria ini disebabkan dapur energi pada sel ini menyimpan gen yang diturunkan oleh ibu. Dan sampel gen memperlihatkan kemiripan antara genom orang Indonesia dan Madagaskar. Artinya dari 30 perempuan ibu bangsa Madagascar sekarang maka 28 diantaranya adalah orang Dayak Ma’anyan.

Pekerjaan berikutnya adalah mengetahui kapan dan bagaimana etnis Ma’anyan dari Indonesia sampai di pulau tersebut? Simulasi komputer pun digunakan untuk menelusuri silsilah genetik manusia Madagaskar yang hidup saat ini hingga ke masa lalu. Hasilnya memperlihatkan bahwa penduduk Madagaskar saat ini terhubung langsung dengan 30 perempuan. Perempuan-perempuan ini diperkirakan menjadi pemukim pertama disana sekitar 1.200 tahun lalu, yaitu 28 perempuan Indonesia Ma’anyan dan dua lainnya dari Afrika.
Buntok 1936

Dari hasil penelitian lain diketahui kromosom Y yang diturunkan dari ayah juga menunjukkan pemukim laki-laki pertama Madagaskar adalah juga berasal dari Indonesia. Namun tak diketahui berapa banyak jumlah mereka. Berdasarkan fakta ini diketahui dengan jelas bahwa pria dan wanita penduduk Madagaskar memang berasal dari Indonesia. Dan Cox menduga jumlah laki-laki pertama di pulau ini relatif sedikit dibandingkan wanitanya. Maka hasil penelitian ini meyakinkan Cox bahwa populasi etnis Dayak lah yang terdampar dan segera berkembang pesat menguasai pulau Madagascar dan menjadi bangsa Madagascar. Diperkirakan kelompok besar sudah tercipta dalam beberapa generasi saja.

Pertanyaan yang belum terjawab adalah kenapa pemukim pertama ini (orang Ma’anyan) bisa sampai di Madagaskar. Ada kemungkinan mereka sampai di Madagaskar tanpa disengaja. Skenario lain yang mungkin terjadi adalah kelompok etnis Dayak berlayar dengan kapal yang sanggup menampung 500 orang. Di tengah samudra, kapal yang mereka tumpangi terbalik dan terdorong arus laut ke arah barat. "Beberapa orang menyelamatkan diri menggunakan perahu cadangan," katanya. Penumpang yang selamat inilah yang kemudian mendarat di Madagaskar dan mendirikan permukiman pertama di pulau tersebut.


Tamiang Layang 1908

Penutup
Namun dalam benak saya kemungkinan sampainya suku Dayak Maanyan ke Madacascar adalah karena orang-orang Ma’anyan memang sengaja mengungsi kemana-mana dan itu terjadi sejak datangnya bangsa Melayu di pemukiman Murung (Ujung Murung, Banjarmasin), lalu runtuhnya kejayaan bangsa Ma’anyan di Kayu Tangi (sekitar Landasan Ulin dan Bandara Syamsuddin Noor sekarang), runtuhnya pusat Kerajaan Nan Sarunai di Tumpuk Uhang (Kadaton Tane Ngamamg Talam di Candi Agung, Amuntai) karena berdirinya kerajaan Negara Dipa (tragedi Nan Sarunai Usak Jawa), dan terakhir karena gagalnya IDUNG dan JARANG mendirikan lagi NAN SARUNAI II di tepi Sungai Tabalong sampai ke batas Kalimantan Timur. Artinya, suku Maanyan memang sengaja mengungsi kemana-mana mengikuti para Damung, Patih, Uria dan pemimpin suku keluarganya masing-masing.




Tidak ada komentar: