Rabu, 21 November 2012

Obrolan di Warung Mama Irfan (2)


BUNTUT SARAH

Oleh: Syamsuddin Rudiannoor


Datang orang kantoran membawa koran dan singgah ke warung Mama Irfan. Setelah membolak-balik korannya, dia memesan minuman. Yang pasti hari masih belum tinggi, malah masih terbilang pagi, namun sudah ada pegawai yang datang ke warung. Huh..., inilah fakta tinggal di kota setingkat kampung di Buntok sini. Damai. Sakahandak ja.., enjoy.
“Es extrajoss, Bule!”, kata orang itu.
“Pakai susu kah?”, ujar Mama Irfan yang dipaggil Bule.
“Pake, tapi es-nya jangan banyak..!”
“Ya”, ujar bule mama Irfan.

Irfan dan Mamanya menunggui warung di malam hari
Seketika suasana diam walau pun lalu-lalang orang dan kendaraan tiada henti-hentinya.
Tidak lama kemudian datanglah kawanan nongkrong yang hampir setiap hari siang malam meramaikan warung mama Irfan. Ada yang langsung mengambil kacang di toples di meja. Ada yang minta rokok dan menyulutkannya. Malah ada yang langsung menyusun anak catur di papan catur dan langsung bermain.

Tanpa banyak membuang waktu si orang kantoran berkata: “Kapuas pemilihan Bupati tanggal 13 November 2012 .., Selasa minggu tadi. Ada lah sudah yang menang?”
“Hau.., maka ikam yang bawa koran..., masa bertakun ke gua sih...?”
“Wei... gua kapala ikam. Muha kayu.., emang gue fikirin! Incumben Mawardi kah yang menang..., Ben Brahim – Muhajirin kah..., apa manafaatnya ke kita-kita..?”
“Wah wah wah kawan, negeri tetangga, Wal. Kalau tetangga aman maka kita pun juga ikut senang dan aman, to..! La ngono kan?”
“Kan!”, jawab kawannya bernada menghina, “kantut.”
“Hei kawan. Mana kita tahu soal Bupati Kapuas. Membahas Bupati Buntok aja kita payah..., apa lagi merundingkan yang kita tidak tahu. Bupati urang?”

Anak nongkrong sedang ngobrol di warung bule mama Irfan

Tanpa lama berselang datang lagi PNS yang lain dan ikut nimbrung. Kata sang pendatang baru: “Ujar kakakku terjadi demo besar-besaran di Pilkada Kapuas. Masing-masing kubu dari cabup nomor 1 dan 3 meng-klaim saling menang! Tapi demo-nya bukan hasil Pilkada, jar..?”
“Lalu demo apa..., demo masak?”
“Demo Pilkada jua...., tapi isu SARAH...?”
“Hah.. demo SARAH? Kada salah kah? Setahuku SARA, lain SARAH?”
“Betul aja SARA.., tapi di Kapuas SARAH..!”
“Apaan tu.., Sarah Azhari kah..., Sarah Sechan... atau Sarah Ferguson?”
“Lain..! Yang betul adalah SARAH...: Suku, Agama, Ras, Antar Golongan dan Isu Kedaerahan! Jadi isu Sarah.”
“Nah..., ilmu hanyar ni. Baru ini aku mendengar ada isu Sarah di Palkadal.”
“Itulah..., makanya jangan kidu kampungan..! Tapi..., apa pulang Pilkadal tu maksud Kam?”
"Yaya ai..., Pilkadal adalah Pemilihan Kadal atau Pemilihan Kepala Daerah Langsung!"
“Kada penting kidu apa kada. Kada jua Pilkadal kah atau Pemilu Kadal....! HA dari saraH itu tadi apa riil-nya...?”
“Ya itu ..., ribuan demonstran orang Dayak mendemo rekaman pidato dan ceramah bini ROSDI yang menghakimi para pemilih musuh politik lakinya masuk Neraka”.
“Rosdi? Siapa lagi Rosdi...?”
“Itu Bupati yang incumben...., Mawardi!”
“Hau kenapa ikam menyambat Mawardi dengan Rosdi...?”
“Nah ikam. Ini sekedar mengalihkah bahasa. Mawar kan bahasa Inggrisnya ROSE. Jadi Kalau Mawardi dalam bahasa Inggrisnya kan ROSE-DEE  alias Rosdi...!”
“Ohhh..., kaitu lah. Boleh lah merubah nama orang lain dengan alias atau apa pun tanpa mengubah akta kelahiran dan potong kambing akikah... atau restu yang punya nama?”
“Eh ikam ni. Ini kan hanya sekedar daya tarik bahasa. Tidak ada sedikit pun maksud jelek. Pander kita aja, lah..! Rahasia.”
“Lalu ada lah daya tarik lainnya dari demo itu?”
“Jelas ai ada. Isu Sarah tu pang. Karena nyonya KH-1-B dianggap menebarkan isu SARAH maka isu itu pun berbuntut panjang.”
“Lalu apa buntut panjangnya si Sarah tadi?”
“Ya didemo orang mirip Bank Rhoma Irama atau BRI di Pilkada DKI kasus JOKOWI-AHOK..!”
“Oooo..., itu lah. Jadi Sarah ada berbuntut jua lah!”
“Makanya... hati-hati. Bisa PANJUANGGGG buntut SARAH tadi..., bahayyyyya!”
“SARAH-Sarah..,  gawat jua lah, bisa berbuntut....! Kukira tadi ada babinian yang berbuntut!”
“Hahai..., apa lagi SARAH. Sarah ja situ. Prettt!”
“Mauk, ah.”

KKps, 20-11-2012

Tidak ada komentar: