Senin, 11 Oktober 2010

TAHUN KUNJUNGAN MUSEUM 2010

TAHUN KUNJUNGAN MUSEUM 2010 MELALUI GERAKAN NASIONAL CINTA MUSEUM

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010 melaksanakan program yang sangat optimistis, yaitu Tahun Kunjung Museum 2010. Program ini memiliki peranan strategis sebagai wahana penguat program revitalisasi museum. Demikian diungkapkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Direktur Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Intan Mardiana.
"Program Tahun Kunjungan Museum 2010 dicanangkan 31 Desember 2009 guna meningkatkan wisatawan, baik domestik maupun asing tahun 2010," kata Jero Wacik. Pencanangan Tahun Kunjungan Museum 2010 oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tersebut, dinilai memiliki nilai positif dalam mempromosikan keberadaan museum.
Program Tahun Kunjung Museum yang didukung dengan berbagai kegiatan di museum seluruh Indonesia tersebut, bertujuan untuk memperbesar jumlah pengunjung museum serta meningkatkan apresiasi dan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya bangsa.
Program yang dibarengi dengan mereposisi museum tersebut diharapkan menambah gairah masyarakat berkunjung ke museum sehingga museum menjadi lebih semarak dan hidup dalam pengelolaannya. Tahun Kunjung Museum 2010 merupakan momentum awal memulai Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang dilaksanakan selama 5 tahun (2010-2014).
Salah satu kegiatan dalam program GNCM adalah revitalisasi museum untuk mewujudkan museum Indonesia yang dinamis dan berdaya guna sesuai dengan standar ideal pengelolaan dan pemanfaatan museum. Dengan program GNCM, tahun 2014 akan terwujud museum Indonesia yang menarik dan informatif serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kegiatan tahun Kunjung Museum pada prinsipnya dilaksanakan di museum seluruh Indonesia, tetapi untuk prioritasnya akan diselenggarakan di tujuh provinsi, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera Utara. Sepanjang tahun 2010, direncanakan sebanyak 89 museum di Indonesia sudah mengagendakan kegiatan unggulan, seperti pameran budaya lokal, upacara adat, pagelaran kesenian dan diskusi, dan workshop [museum-indonesia.net]

Tidak ada komentar: