SEKALI LAGI TENTANG SUKU DAYAK BAKUMPAI



Mengambil sumber dari  http://id.wikipedia.org/wiki/: Suku_Dayak_Bakumpai  atau Suku Bakumpai atau Dayak Bakumpai adalah sub-etnis rumpun Dayak Ngaju yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yaitu dari kota Marabahan (Barito Kuala), Buntok (Barito Selatan), Muara Teweh (Barito Utara) sampai kota Puruk Cahu (Murung Raya)


Suku Bakumpai merupakan suku baru yang muncul dalam sensus pada tahun 2000 dan merupakan 7,51% dari penduduk Kalimantan Tengah. Sebelumnya suku Bakumpai tergabung ke dalam suku Dayak pada sensus 1930.

Suku Bakumpai berasal bagian hulu bekas Distrik Bakumpai sedangkan di bagian hilirnya adalah pemukiman orang Barangas (Baraki). Sebelah utara (hulu) dari wilayah bekas Distrik Bakumpai adalah wilayah Distrik Mangkatip (Mengkatib) merupakan pemukiman suku Dayak Bara Dia atau Suku Dayak Mangkatip. Suku Bakumpai maupun suku Mangkatip merupakan keturunan suku Dayak Ngaju dari Tanah Dayak.
Situs "Joshua Project" mencatat jumlah suku Bakumpaiadalah sekitar 41.000 jiwa.  Populasi suku Bakumpai di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik berjumlah 20.609 jiwa. Di Kalimantan Selatan, suku Bakumpai terbanyak terdapat di kabupaten Barito Kuala sejumlah 18.892 jiwa (tahun 2000). 


 
Kabupaten yang terdapat suku Bakumpai adalah:
Seluruh suku Bakumpai beragama Islam dan relatif sudah tidak nampak religi suku seperti pada kebanyakan suku Dayak (Kaharingan). Namun demikian upacara adat yang berkaitan dengan sisa-sisa kepercayaan lama masih saja dapat terlihat misalnya ritual "Badewa" dan "Manyanggar Lebu".


Menurut Tjilik Riwut, Suku Dayak Bakumpai merupakan suku kekeluargaan yang termasuk golongan suku (kecil) Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu dari 4 suku kecil bagian dari suku besar (rumpun) yang juga dinamakan Dayak Ngaju (Ot Danum).

Mungkin ada pula yang menamakan rumpun suku ini dengan nama rumpun Dayak Ot Danum. Penamaan ini juga dapat dipakai, sebab menurut Tjilik Riwut, suku Dayak Ngaju merupakan keturunan dari Dayak Ot Danum yang tinggal atau berasal dari hulu sungai-sungai yang terdapat di kawasan ini, tetapi sudah mengalami perubahan bahasa. Jadi suku Ot Danum merupakan induk suku, tetapi suku Dayak Ngaju merupakan suku yang dominan di kawasan ini.

 
Silsilah suku Bakumpai
Suku Dayak (suku asal), terbagi suku besar (rumpun):
  • Dayak Laut (Iban)
  • Dayak Darat
  • Dayak Apo Kayan / Kenyah-Bahau
  • Dayak Murut
  • Dayak Ngaju / Ot Danum, terbagi 4 suku kecil:
    • Dayak Maanyan
    • Dayak Lawangan
    • Dayak Dusun
    • Dayak Ngaju, terbagi beberapa suku kekeluargaan :
      • Dayak Bakumpai
      • dan lain-lain
Perbandingan hubungan suku Bakumpai dengan suku Dayak Ngaju, seperti hubungan suku Tengger dengan suku Jawa. Suku Dayak Ngaju merupakan suku induk bagi suku Bakumpai.

Organisasi suku Bakumpai yaitu "Kerukunan Keluarga Bakumpai" (KKB), merupakan partai lokal Kalimantan pada pemilu 1955.


Populasi Suku Bangsa Bakumpai
Populasi suku Bakumpai diperkirakan sebagai berikut :
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi suku Bakumpai di Kalimantan Selatan berjumlah 20.609 jiwa, yang terdistribusi pada beberapa kabupaten dan kota, yaitu :


Tokoh-tokoh dan peranannya
  1. Panglima Wangkang, panglima Dayak di Barito Kuala dalam Perang Banjar.
  2. Pambakal Kendet (Damang Kendet), ayah dari Panglima Wangkang, pejuang melawan terhadap kolonial Belanda di daerah Bakumpai, Barito Kuala.
  3. Tumenggung Surapati, adalah Panglima Dayak dari garis keturunan Dayak Siang yang menumpas Belanda dan menenggelamkan kapal Perang Onrust di desa Lalutong Tuwur, Barito Utara. Tumenggung Surapati adalah penerus perjuangan dalam perang Banjar dibawah pimpinan Pangeran Antasari, tetapi Perang yang dipimpin Surapati jauh lebih dahsyat dengan apa yang lebih dikenal Perang Barito tahun 1896 (...)Bangkai kapal perang Onrust masih ada sebagai bukti dari sejarah perlawanan orang-orang Dayak di bumi Kalimantan.
  4. KH. Hasan Basri, Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia, berasal dari suku bakumpai, dari orang tua yang berasal dari Muara Teweh ( Kalimantan Tengah) dan Marabahan (Kalimantan Selatan).

Bakumpai secara Etimologis dan Legenda
Secara etimologis, bakumpai adalah julukan bagi suku dayak yang mendiami daerah aliran sungai Barito. Bakumpai berasal dari kata ba (dalam bahasa banjar yang artinya memiliki) dan kumpai yang artinya adalah rumput.  Dari julukan ini, dapat dipahami bahwa suku ini mendiami wilayah yang memiliki banyak rumput Kumpai. 

Menurut legenda bahwa asal muasal suku dayak Bakumpai adalah dari suku dayakNgaju yang akhirnya berhijrah ke negeri yang sekarang disebut dengan negeri Marabahan. Pada mulanya mereka menganut agama nenek moyang yaitu Kaharingan, hal ini dapat dilihat dari peninggalan budaya yang sama seperti suku dayak lainnya. Kemudian mereka menjumpai di wilayah itu seorang yang memiliki kharismatik, seorang yang apabila dia berdiri di suatu tanah, maka tanah itu akan ditumbuhi rumput. Orang tersebut tidak lain adalah Nabiyullah Khidir as. 

Di dalam cerita mereka kemudian masuk agam Islam dan berkembang biaklah mereka menjadi suatu suku. Suku Bakumpai adalah julukan bagi mereka, karena apabila mereka belajar agama di suatu daerah dengan gurunya Khidir, maka tumbuhlah rumput dari daratan tersebut sehingga kemudian mereka dikenal dengan suku bangsa Bakumpai.
Suku dayak Bakumpai dahulunya memiliki suatu kerajaan yang lebih tua dibandingkan dengan kerajaan daerah Banjar, akan tetapi karena daya magis yang luar biasa akhirnya kerajaan ini berpindah ke sungai Barito dan rajanya dikenal dengan nama Datuk Barito. Dari daerah Marabahan ini mereka menyebar ke aliran sungai Barito. 

Dari cerita rakyat, bahwa ada suatu daerah di kabupaten Murung Raya yaitu Muara Untu pada mulanya hanyalah suatu hutan belantara yang dikuasai oleh bangsa jin bernama Untu. Kemudian ada dari suku Bakumpai yang hijrah kesana dan mendiami daerah tersebut yang bernama Raghuy. Sampai sekarang jika ditinjau dari silsilah orang yang mendiami Muara  Untu, mereka menamakan moyang mereka Raguy.
 



Komentar

Postingan Populer