Selasa, 06 Januari 2015

DISELA HARGA KARET TERJUN BEBAS, JAMUR DARI POHON KARET PUN JADI


karetSekedar mengingat kembali pemberitaan http://www.borneonews.co.id/index.php/kalteng/barito/selatan/item/17057-harga-karet-getah-semakin-turun-petani-menjerit dan http://brita.indo.com/2014/05/harga-karet-getah-semakin-turun-petani-menjerit/, nasib para petani karet memang masih terus prihatin. Harga jual karet sangat tidak baik, apalagi sejak Desember 2014 sudah memasuki musim hujan, karet pun lebih banyak bercampur air sehingga kualitasnya semakin memburuk.
.
Keluh petani kami di kecamatan Dusun Utara: “Dalam dua bulan terakhir harga getah karet semakin menurun. Sebelumnya harga Rp7.000 perkilogramnya, turun lagi menjadi Rp5.000 per kg,” ungkap dia. Terakhir, memasuki minggu pertama bulan ini harganya semakin menurun, yakni Rp3.500 hingga Rp4.000 perkilogramnya,” jelas dia, kepada Borneonews, Jum’at (9/5). Kutuk si Petani mengatakan, akibat turunnya harga karet itu, para petani kalang kabut membagi penghasilan agar dapat mencukupi kebutuhan hidup.
.
karikit
Karena sebagian karet petani adalah kebun tua maka tidak heran pohon karet ditebangi untuk kayu bakar. Maka dari pohon-pohon lapuk kayu getah inilah yang kemudian menghasilkan jamur karet atau kulat kurikit. Jamur kurikit ini umum di jual di pasar dan ini dimanfaatkan sebagai sayuran alam.
.
Ketika jamur kulat kurikit ini kami jadikan keripik ternyata hasilnya cukup baik. Keripik ini kami pasarkan di toko kami seharga Rp. 15 ribu per bungkus dan lumayan laris. Alhamdulillah keripik jamur kulat kurikit telah menambah varian dagangan musiman kami disamping keripik kulit cempedak atau mandai.
.
Barsel Promo
 
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms 0813 4960 6504

Tidak ada komentar: