Jumat, 21 Maret 2014

RESENSI BUKU NAN SARUNAI USAK JAWA




Judul bukuNAN SARUNAI USAK JAWA (Negara Dayak Dihancurkan   Bangsa Jawa)  (1280 – 1700)
Penulis :    Syamsuddin Rudiannoor
Katagori :    Sejarah Daerah Kalimantan Selatan dan Tengah
                                     Penerbit : Barito Raya Pro Buntok bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta
Jumlah halaman:    89 halaman
Harga Jual : Rp. 30.000,-
Kualitas cetak:    Offset diatas kertas HVS 70 gram
Tahun Penerbitan:    Cetakan I Juli 2013
Lokasi Pemasaran: Barsel Promo, Jalan Panglima Batur Nomor 7 Buntok
Kontak telepon/sms: 0813 4960 6504

Buku sederhana ini merupakan sejarah lokal yang ditulis oleh Syamsuddin Rudiannoor dengan proses pengumpulan bahan sejak tahun 1995 sampai 2002.

Bagian Pertama buku ini telah dimuat oleh surat kabar Palangka Raya “Media Kalteng” dalam edisi antara tanggal 27 Juni  sampai dengan 4 Agustus 2002.

Nan Sarunai Usak Jawa merupakan proses panjang keberjalanan sejarah masa lalu suku Dayak Maanyan yang dimulai sejak domisili mereka yang paling awal di Murung (Ujung Murung) Banjarmasin sekitar tahun 1200.

Setelah Banjarmasin ditinggalkan diteruskan ke Kayu Tinggi (Kayu Tangi) di sekitar Banjarbaru-Martapura, sampai akhirnya jejak berhenti sebentar di Kedaton Tane Ngamang Talam di sekitar Candi Agung (Tumpuk Uhang) di kota Amuntai.


Karena Kerajaan ini terus dikejar oleh musuh akhirnya kehancuran Kerajaan Nan Sarunai secara total ditutup dengan dihancurkannya Nan Sarunai Wa’o oleh musuh yang sama yakni tentara Majapahit dari Jawa Timur.

Buku ini menyelipkan beberapa kutipan di bagian kedua yang intinya adalah  dinamika seputar mencuatnya kembali semangat penjajahan bangsa sendiri oleh bangsa sendiri dengan memanfaatkan kemasan NKRI dan Neo Majapahit. Benang merah dari pembahasan ini adalah penguatan semangat anti Jawa karena budaya Jawa yang adiluhung ternyata “pembunuh” berdarah dingin bagi budaya selainnya di bumi Nusantara ini.

Tidak ada komentar: