Kamis, 13 September 2012

TUGU PERBATASAN BARSEL (2)

 
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan juga telah menyelesaikan pembangunan Tugu Perbatasan dengan Kabupaten Kapuas di wilayah desa Madara. Tugu ini terletak pada sisi kiri jalan raya yang menghubungkan antara Buntok - Palangka Raya. 

   
Tugu yang dibangun ini cukup megah dan sangat representatif. Monumen yang terbilang mapan ini memadai untuk menggambarkan betapa jiwa dan semangat Dahani Dahanai Tuntung Tulus bagi Kabupaten Barito Selatan adalah semangat yang senantiasa bergelora untuk mencapai bahagia dan sejahtera selama-lamanya.
 
Lalu bisakah tugu yang indah ini memberikan manfaat lebih bagi langkah awal penyelamatan lingkungan? Singkatnya ..., mampukah hutan asli disekitar tugu perbatasan ini dapat dilestarikan demi pariwisata alam dan pembangunan di desa Madara? Maksudnya lagi..., tidakkah kita tahu bahwa hutan Madara adalah rumah alami bagi orangutan, kera, burung-burung, anggrek dan kantong Semar yang bertebaran di kiri kanan jalan? Artinya ..., apakah tidak sepatutnya hutan alam disekitar tuga perbatasan di desa Madara dijadikan hutan monumental untuk kepentingan konservasi dan wisata alam?

Mudah-mudahan keberadaan monumen ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas, bukan hanya sekedar onggokan batu dan semen yang hanya dipakai untuk selingkuh atau WC umum.





Tidak ada komentar: