Senin, 11 Februari 2013

KALTENG DICELA KARENA FOTO PENGANIAYAAN TERHADAP ORANGUTAN INI



Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Foto-foto ini beredar luas di internet. Yang empunya foto menandai sebagai Reuters, kantor berita resmi Pemerintah Inggris. Dikatakan, foto-foto diambil di sebuah tempat di Kalimantan Tengah. Apa tanggapan kita? Kita sudah dituduh tidak manusiawi karena menganiaya binatang endemik, apalagi satwa tersebut tergolong  sangat langka dan dilindungi Undang-undang.

Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Koran Inggris terkenal Daily Mail edisi terbaru, melaporkan adanya seekor anak orang utan dan induknya diperlakukan sangat keji di Kalimantan Tengah tepatnya di dekat sungai Pinyuh. Binatang langka yang dilindungi ini diikat dan dijadikan tontonan setelah berhasil ditangkap karena dikuatirkan menggangu lahan warga masyarakat.

 Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Sekiranya pun foto-foto penganiyaan tersebut tidak terbukti terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, kita sebagai masyarakat harus tetap berhati-hati dalam bersikap karena banyak satwa maupun flora dilindungi di Kalimantan Tengah yang sengaja maupun tidak memang menjadi korban dari keserakahan kita merambah alam.

Kekejaman kita pada satwa dilindungi

Terlihat dalam foto-foto ini kegiatan illegal logging yang masih terjadi dan seolah dibiarkan terjadi oleh aparat berwenang. Terlihat juga sisa-sisa penggundulan hutan besar-besaran pembukaaan lahan pertanian lahan gambut di Kalimantan Tengah di masa Orde Baru yang kini mangkrak tak terurus. Betapa hebatnya kerusakan hutan kita sekarang.

Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Komentator foto-foto itu pun bertanya: Kemana pemerintah kita saat semua ini terjadi? Kenapa semuanya diam seribu bahasa? Atau .... apakah semua fihak harus membisu..., atau oknum-oknum aparatur negara ikut terlibat dalam kejahatan lingkungan hidup?
 
Kekejaman kita pada satwa dilindungi











Kebiadaban Kita Dalam Perlakukan Satwa Langka Diekspose Dunia ruang hati | Dec 04, 2010 | Comments 8 Mungkin tidak sedikit dari kita pernah lihat foto-foto seperti dibawah ini, dimana satwa langka yang dilindungi diperlakukan kurang baik, kalau manusiawi rasanya kurang tepat karena mereka hewan, tapi apakah karena alasan itu lalu manusia berhak sewenang wenang memperlakukan mereka, apalagi satwa yang sangat langka dan dilindungi. Kekejaman kita pada satwa dilindungi Seperti dikutip ruanghati.com dari Daily Mail edisi terbaru, dilaporkan seekor anak orang utan dan induknya diperlakukan sangat keji di sebuah daerah di Kalimantan Tengah tepatnya di dekat sungai Pinyuh. Binatang langka yang mustinya dilindungi ini diikat dan dijadikan bahan tontonan setelah oleh warga setempat satwa langka ini berhasil ditangkap karena dikuatirkan akan bisa menggangu lahan mereka. Kekejaman kita pada satwa dilindungi Nah siap yang salah, warga yang punya lahan, atau manusia yang serakah merambah tempat tinggal orang utan? Seperti diketahui bersama maraknya ilegal logging dan deforestasi hutan besar-besaran sangat mengancam habitat satwa langka yang hampir punah. Eksploitasi hutan dengan alasan ekonomi seolah dibenarkan walau tak memperhatikan kaidah kelangsungan hidup satwa dan sumber daya hayati lainnya. Kekejaman kita pada satwa dilindungi Terlihat dalam foto-foto ini kegiatan illegal logging yang masih terjadi dan seolah dibiarkan terjadi oleh aparat berwenang. Juga terlihat sisa-sisa penggundulan hutan besar-besaran dengan dalih pembukaaan lahan pertanian di lahan gambut di Kalimantan Tengah di masa pemerintahan Orde Baru yang kini mangkrak tak terurus, betapa hebatnya kerusakan hutan kita sekarang. Kekejaman kita pada satwa dilindungi Lalu apa yang kita tinggalakan sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak? Kemana pemerintah kita saat semua ini terjadi, diam seribu bahasa, atau membiarkan oknum-oknum aparatur negara ikut terlibat dalam kejahatan lingkungan hidup? Kekejaman kita pada satwa dilindungi Kekejaman kita pada satwa dilindungi

Read more at: http://www.ruanghati.com/2010/12/04/kebiadaban-kita-dalam-perlakukan-satwa-langka-diekspose-dunia/

Tidak ada komentar: