Senin, 15 November 2010

MANJAGA TANE RANU

DEDIKASI UNTUK BARITO SELATAN



Pintu Gembang
Dalam bulan November 2010 ini jembatan Kalahien selesai. Dengan demikian terbukalah belenggu  isolasi dan lahirlah pintu gerbang baru DAS Barito melalui akses jalan darat :  KALAHIEN. 

Melalui fakta ini maka desa Kalahien secara otomatis langsung berubah menjadi beranda muka DAS Barito dan menjadi pintu utama kabupaten Barito Selatan. Artinya Kalahien adalah pintu gerbang selamat datang ke kota Buntok. Lalu adakah hal menarik yang patut disuguhkan Kalahien sebagai pintu gerbang kota Buntok? Tentu saja ada, bahkan cukup banyak. Salah satu yang patut disuguhkan adalah Kalahien sebagai Gerbang Pariwisata kabupaten Barito Selatan.


Kalahien Pintu Gerbang Pariwisata Barito Selatan
Kalahien sebagai Gerbang Pariwisata kabupaten Barito Selatan menyimpan beberapa keunggulan diantaranya wisata budaya. Apakah keunggulan budaya itu? Pertama Kalahien adalah kediaman suku Dayak Dayak Dusun Witu Ma'ai yang sampai saat ini 70 % penduduknya penganut keyakinan Kaharingan. Dengan keyakinan ini maka di dalam masyarakatnya  berkembang  budaya "Wadian", sebuah seni dan budaya khas yang memiliki keunggulan tinggi. Kedua, di Kalahien ini upacara kematian "Wara" masih bertahan ditengah-tengah gerusan arus zaman yang kian dahsyat.


Ketiga, di Kalahien juga ditemukan 3 situs budaya Dayak yang sangat penting bagi masyarakat Barito Selatan yaitu Kariring Jaya Pangkalimasapi, Lewu Pangantuhu dan makam Pahlawan Kalimantan Tengah "Christian Simbar".



 
Dedikasi untuk Barito Selatan
Kalahien sebagai Gerbang Pariwisata kabupaten Barito Selatan menyimpan juga keunggulan wisata alam diantaranya danau Hante, Janah Tarawa, danau Parigi dan keunikan lain yang patut dikembangkan. Maka untuk mengenal apa saja keunggulan alam Kalahien dan sekitarnya, berikut disampaikan syair lagu karya aktivis wadian desa Kalahien "DOLOI MARTHIN" yang berjudul "PUJIAN ALAM".

Syair karya Doloi Marthin ini kemudian direkam dalam bentuk lagu daerah Barito Selatan, dinyanyikan oleh Fever dan diproduksi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2005.

Inilah syair dan lagu tersebut: 




PUJIAN ALAM
(Hungei Parigi)
karya: Doloi Marthin
dinyanyikan oleh: Fever


MANJAGA TANE RANU

1. Kalahien tane e rata
kasuburan tane haot sadia
uneng pamelum mina di mama
bakoi mambeda suku agama

2. Hungei Parigi ajoh basimpang
amun natetei ta'u nyantawang
danau Hante ajoh badawang
oboh na jaga teke na batang

3. Tarus ga entu ga jawuk hante
tane e luau ajoh ba pike
amun takam bakoi ba tane
oboh babagi mat uneng site

4. Amun takam giat bagawi
ada manre di ada ngalamun
takam ngindi ga uneng ulun
sa haot maju tumpuk na tate

Tidak ada komentar: