Malaysia dan Singapora Paling Banyak Pesan Anggrek Desa Sanggu


Selasa, 10 Januari 2017 
Penangkaran anggrek di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. (BORNEO/URIUTU)
Penangkaran anggrek di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. (BORNEO/URIUTU)
BORNEONEWS, Buntok – Malaysia dan Singapura menjadi dua negara yang paling banyak memesan anggrek dari Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
Alang (48 tahun), pembudidaya anggrek di Desa Sanggu, mengatakan bahwa tidak sia-sia perjuangannya mencari anggrek ke dalam hutan. Karena sekarang menjualnya sangat mudah yaitu dengan cara online.
“Pembelinya pun tidak hanya dari Indonesia, tetapi paling banyak justru dari negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura,” kata Alang kepada Borneonews, Selasa (10/1/2017).
Jenis yang paling diburu yakni anggrek hitam. Karena jenis ini merupakan anggrek langka. Untuk mendapatkannya pun tidaklah mudah.
“Untuk mendapatkannya kita harus berjalan kaki berjam-jam lamanya. Bahkan kadang tersesat di tengah hutan yang lebat. Namun semua itu tidak kita pedulikan karena hasilnya lumayan buat memenuhi kebutuhan hidup,” tutur dia.
Alang melanjutkan, mencari anggrek sebenarnya gampang-gampang susah. Asal mau berkeliling di dalam hutan, pasti dapat.
Adapun jenis anggrek yang bisa dijumpai di hutan di sekitar Desa Sanggu yakni anggrek hitam, anggrek bulan, anggrek kalajengking, dan anggrek macan.
Kepala Desa Sanggu Korintus mengatakan, anggrek sudah menjadi ikon Desa Sanggu. Karena Sanggu merupakan satu-satunya desa di Barito Selatan yang memiliki berbagai jenis anggrek.
“Dalam beberapa pekan terakhir masyarakatnya sedang ramai-ramai menjual anggrek secara online,” ucap dia.
(URIUTU DJAPER/B-3)

Komentar

Postingan Populer