Kamis, 11 September 2014

KERIPIK DAN STIK PUTRI MALU



Foto ini adalah putri malu perdu (Mimosa pudica) yang memiliki batang pohon. Perdu pendek ini mudah dikenali karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup "layu" saat disentuh. Tumbuhan ini sangat banyak di Kalimantan, Jawa dan daerah lainnya. 

Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. [Dari http://id.wikipedia.org/wiki/Putri_malu]

Putri lain yang tumbuh di Kalimantan dan juga Jawa adalah putri malu semak atau rumput. Putri malu rumput ini banyak ditemui di tepi jalan raya di trans Kalimantan poros Palangka Raya - Buntok persis tidak jauh dari jembatan Timpah sampai wilayah Madara. 
.

KERIPIK SASUPAN DANUM
Dalam bahasan daerah di Kalimantan secara umum putri malu disebut sasupan yang arti juga sama yakni pemalu. Dengan demikian tumbuhan perdu jenis ini memang memiliki kemiripan penyebutan namanya yang relatif sama sehingga mudah dikenali dimana-mana.

Namun ada keistimewaan dalam khazanah putri malu di Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah terutama di Kabupaten Barito Selatan yakni adanya putri malu yang memiliki ciri daun, bunga dan sifat pemalu yang sama dengan perdu mimosa pudica namun tumbuhnya di air dan hidup merayap seperti kangkung. Tumbuhan inilah yang dikenal dengan Sasupan danum atau sasupan banyu atau putri malu air. 
Sejak lama tumbuhan ini dijadikan sayur dan dimasak dengan nama masakan "Gangan Karuh"  (Bahasan Banjar)  atau "Juhu Keruh"  (Dayak Bakumpai/Ngaju Kapuas). 

Sasupan danum inilah yang dijadikan Keripik oleh juru masak Barito Raya Pro Buntok. Bahan dasar putri malu diperoleh dari danau Keladan di dalam kota Buntok. Pada musim hujan ini pertumbuhannya sangatlah subur sehingga bahan baku keripik menjadi lebih melimpah di pasar Terowongan Buntok.
.

Tidak ada komentar: