Selasa, 24 Februari 2015

SATWA PELIHARAAN (3) : KUKANG

KUKANG KAKUNG
Mengambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kukang, satwa Kukang—kadang disebut pula malu-malu—adalah jenis primata yang bergerak lambat. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm.
.
Di Indonesia, satwa ini dapat ditemukan di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Kukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat umum yang menjadikannya hewan peliharaan. Kukang telah dilindungi oleh hukum Indonesia, sehingga perdagangannya adalah illegal dan kriminal.
.
PERLINDUNGAN
Kukang sudah dilindungi sejak tahun 1973 dengan Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Pebruari 1973 No. 66/ Kpts /Um/2/1973. Perlindungan ini dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang memasukan kukang dalam lampiran jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.
.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang. Pelanggar dari ketentuan ini dapat dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
.
Lalu bagaimana kalau kukang yang ada diperoleh dari masyarakat yang mendapatkannya di hutan? Apakah kukang itu dijual saja di pasar gelap biar dapat uang dengan cepat dan selamat? Atau ...pelihara saja di kampung karena kukang itu memang berasal dari hutan kampung itu? Sayang kalau Undang-undang dan Peraturan ini tidak berarti apa-apa di lapangan?
.
KAMI DUKUNG KALIMANTAN MENJADI PARU-PARU DUNIA
Kami senang kalau Pemerintah Indonesia mengalokasikan hampir separuh wilayah Kalimantan untuk paru-paru dunia. Kami tunggu realisasinya di kabupaten kami Barito Selatan. “Khusus untuk Pulau Kalimantan 45% dari luas pulau Kalimantan ditetapkan sebagai paru-paru dunia, maksudnya adalah untuk pelestarian kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati, satwa dan tumbuhan endemik di Kalimantan, misalnya Orangutan, dan pengembangan koridor ekosistem antar kawasan konservasi,” ujar Hadi Daryanto, Sekjen Kementrian Kehutanan Indonesia, ketika menjelaskan Peraturan Presiden No. 3 yang ditandatangani 5 Januari 2012. Peraturan ini memuat mengenai Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan. (http://uniqpost.com/32381/separuh-kalimantan-untuk-paru-paru-dunia/). Singkat kata, kami siap ikut mengamankannya di lapangan. 
.

Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Minggu, 22 Februari 2015

BAYI ORANG UTAN DIJUAL DI FACEBOOK

 Bayi Orangutan ini Dibanderol Rp 50 Juta oleh Pedagang Satwa di FacebookTrans TV Minggu 22 Februari 2015 merilis berita “Bayi Orang utan dijual Rp. 50 juta oleh pedagang satwa, ditawarkan melalui facebook”. Dalam http://news.detik.com/read/2015/02/22/115746/2839285/10/bayi-orangutan-ini-dibanderol-rp-50-juta-oleh-pedagang-satwa-di-facebook, “Polisi meringkus seorang pedagang satwa langka yang yang membuka lapaknya di Facebook. Bayi orangutan lucu yang masih berusia 5 bulan dibanderol Rp 50 juta oleh pedagang berinisial D ini”.
.
“Kemarin kita sudah gerebek tempatnya di Garut, di situ kita temukan ada orangutan berusia 5 bulan. Menurut pengakuan pelaku, bayi ini dijual Rp 50 juta,” kata petugas Direktorat Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri AKBP Sugeng yang melakukan pengerebekan itu kepada detikcom, Minggu (22/2/2015).  Sugeng mengatakan, penggerebekan ini dilakukan pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 11.00 WIB di Kampung Balong, Kadungora, Garut, Jawa Barat. Ada 33 ekor satwa langka yang diamankan petugas yaitu 8 ekor burung rangkong, 5 ekor kakatua jambul kuning, 5 ekor kakatua jambul putih, 1 ekor nuri kepala hitam, 1 ekor kakatua Maluku, 1 kucing hitam hutan, 1 beruang madu, dan 1 orangutan.

.
Sugeng mengatakan, D sudah sekitar satu tahun melakukan penjualan satwa lewat Facebook. Pembeli satwa-satwa ini tak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. “Kasusnya kita masih kembangkan, kita masih tanyai pelakunya pembelinya siapa saja,” katanya.  Penggerebekan ini dilakukan petugas Polri dibantu Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Organisasi nonprofit yang bergerak di bidang penyelamatan hewan ini kemudian memeriksa kesehatan dan merawat hewan-hewan liar yang diamankan polisi ini.
.
g4
Satu lagi bukti bahwa satwa Kalimantan semakin tidak aman. Kami minta pemerintah bisa menyisakan hutan yang aman bagi satwa agar hidup insitu, hidup di habitat aslinya. Harapan ini sangat besar dihajatkan karena satwa disini masih cukup banyak, hutan dan lahannya masih luas terhampar dan manusia yang mau menjaganya juga ada. Kami sedih kalau hutan, satwa dan kekayaan di dalamnya tidak lestari.
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

SELAMATKAN MACAN DAHAN KALIMANTAN

Facebook hari ini Minggu 22 Februari 2015, status facebook  Zain Mutakhir: "... masih ada aja situa nangini di pedalaman kalteng daerah gunung bawo kabupaten barito selatan,amun jar urang manyambatnya SIMANG...alias macan dahan......"
.
'masih ada aja situa nangini di pedalaman kalteng daerah gunung bawo kabupaten barito selatan,amun jar urang manyambatnya SIMANG...alias macan dahan......'


·




Dari posting ini kembali menunjukkan bahwa kabupaten Barito Selatan masih menyimpan kawasan hutan yang kaya fauna di dalamnya. 
.
Dari http: //id.wikipedia.org/ wiki/ Macan_dahan_ kalimantan: "Macan dahan kalimantan (Neofelis diardi) adalah kucing liar berukuran sedang yang ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Pada tahun 2006, ia dijadikan sebagai spesies terpisah dari kerabat dekatnya Neofelis nebulosa.
.
Nama Bornean clouded leopard (macan dahan Kalimantan) diterbitkan oleh WWF pada 14 Maret 2007, mengutip Dr. Stephen O'Brien dari U.S. National Cancer Institute mengatakan, "Hasil kajian genetik jelas-jelas menunjukkan bahwa macan dahan Kalimantan harus dianggap sebagai spesies yang terpisah". Dan tahun 2008 IUCN mengklasifikasikan spesies ini sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan, ukuran populasi efektif total diperkirakan kurang dari 10.000 individu dewasa, dan tren populasi yang menurun.
.
Kelangsungan hidup alamiah macan dahan Barito Selatan sekarang sangat dikhawatirkan karena hutan disekitar Gunung Bawo, kecamatan Gunung Bintang Awai sudah terhimpin lahan batu bara, perkampungan dan perusahaan lainnya. 
.
Mohon pemerintah bertindak melakukan penyelamatan sekarang juga karena setiap harinya semakin banyak satwa yang tertangkap. Kami harap ada hutan suaka di kabupaten Barito Selatan sehingga kami bisa ikut menjaga flora dan fauna daerah kami di rumah asalnya. Tidak sulit pemerintah mengeluarkan SK hutan suaka, kami siap memperjuangkan lahannya. Disini masyarakat masih mudah mengkapling tanah.
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Sabtu, 21 Februari 2015

SETAHUN BARSEL PROMO MEMASARKAN OLEH-OLEH KHAS KALTENG, MENUNTUT HUTAN SUAKA!


Barsel Promo asli
HUT 20 FEBRUARI 2014
Kemarin tanggal 20 Februari 2015 merupakan ulang tahun pertama BARSEL PROMO memasarkan produknya yang berupa oleh-oleh khas Kalimantan Tengah. Secara umum oleh-oleh yang diproduksi dan dipasarkan terbagi dua, yaitu:
.
f31c7-dsc00248
1. Makanan ringan khas daerah: Keripik dan Stik Lambiding (Kelakai), Keripik dan Stik Paku, Keripik dan Stik Putri Malu (Sasupan), Keripik Kulit Cempedak (Mandai), Keripik dan Stik Ikan Benangin,Seluang atau Lais, Stik Nanas Parigi, Keripik Jamur Kulat Kurikit dan produk musiman lainnya.
.
2. Buku-buku kedaerahan: Sejarah Kalteng NAN SARUNAI USAK JAWA, Sejarah Kalteng GIGIR GAMPAR BARITO RAYA, Legenda Barito Timur LIANG SARAGI, Semuanya karena Cinta, Wayang Buntok PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR dan SEKS BEBAS, PORNO-AKSI DAN ULAMA BIRAHI.
.
c073a-file0001
Dua bulan sejak dimulai, produk yang dipasarkan bertambah dengan anggrek hibrida dan hasil penangkaran di pusat penangkaran CV NILAM ORCHIDS, Jalan Keladan Buntok. Seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Tengah selama bulan Agustus – Desember 2014 maka dinamika produksi Barsel Promo pun ikut terdampak. Betapa tidak, bahan dasar oleh-oleh dan anggrek yang kami kelola semuanya adalah hasil alam. Dengan demikian terjadi kekhawatiran yang dalam di hati kami. Atas dasar inilah maka kami pun mengupayakan lahan untuk menjaga suplai bahan baku agar produksi tidak sampai mati tanpa bahan baku.
.
267cf-2014-10-142b10-40-02
MENUNTUT HUTAN SUAKA
Berhubung kebakaran hutan juga mengganggu satwa liar di habitatnya maka kami pun banyak memperoleh satwa, baik yang kami peroleh sendiri maupun dibeli dari masyarakat. Dengan fakta ini maka tempat penangkaran anggrek Nilam Orchids ditambah menjadi panti asuhan satwa piatu. Berdasarkan kenyataan ini maka kami pun menghimbau kepada Pemerintah, baik Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Gubernur Kalimantan Tengah serta Bupati Barito Selatan berikut jajarannya, agar bisa bersama kami melestarikan flora dan fauna Barito Selatan dalam suatu wadah konservasi. Maksud kami, tolong Pemerintah menerbitkan SK Penetapan Kawasan di Barito Selatan sebagai Hutan Lindung, Cagar Alam, Pusat Perlindungan Satwa atau apa pun namanya, dan kami siap mendukung sepenuhnya.
.
51a29-dsc00337
Singkat kata, kami minta pemerintah membuatkan cagar alam supaya flora dan fauna asli Barito Selatan tidak dibawa keluar daerah dengan alasan apa pun. Hutan kita masih sangat luas dan nganggur. Apakah menerbitkan SK Hutan Suaka atau Cagar Satwa sangat sulit padahal SK Konsesi Tambang atau Perkebunan tampak sangat mudah dan sering menabrak hak rakyat? Kami tidak akan ganggu hutan atau cagar alam, justru kami menjaganya dengan cara membeli tanah disekelilingnya untuk dijadikan daerah penyangga dan kawasan wisata. Semoga pemerintah memperhatikan himbauan ini.
.
54141-20150207_113946

Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Jumat, 20 Februari 2015

SATWA PELIHARAAN (2) : ULAR VIPER KALTENG

ULAR KHAS
Ulat derik Kalimantan Tengah yang kami miliki merupakan ular asli Kabupaten Barito Selatan. Tempat peroehannya adalah hutan desa Sanggu kecamatan Dusun Selatan dan desa Sire kecamatan Gunung Bintang Awai.
.
Ular ini termasuk ke dalam Family: Viperidae, Genus: Tropidolaemus, Spesies: T. wagleri. Ular ini dikenal juga dengan nama Wagler's pit viper, temple pit viper, speckled pit viper dan bamboo snake.
.
Secara umum viper jenis ini ditemukan di Malaysia barat, Thailand selatan, Sumatra, Bangka, Belitung, Nias, Kepulauan Mentawai (Siberut), Natuna, Karimata, Borneo (Sabah, Sarawak dan Kalimantan), Sulawesi dan Buton. Di Filipina ditemukan di pulau Balabac, Basilan, Bohol, Dinagat, Jolo, Leyte, Luzon, Mindanao, Negros, Palawan, Samar dan Tumindao.
.
Kami himbau Pemerintah bersedia mengadakan dasar hukum berupa Surat Keputusan pembuatan hutan konservasi, kebun raya atau kebun binatang yang memungkinkan kami menghimpun semua satwa asli daerah dan flora koleksi masyarakat kedalam satu wadah. Tidak sulit bagi kami mencari lahan di kampung kami, hutan dan semak masih sangat luas. Masalahnya kami tidak terlindungi ketika tidak punya dasar untuk memelihara satwa dan flora itu. Apakah kami harus membiarkan beruang, bekantan, orang utan dan satwa lainnya setiap hari di bunuh atau dijual keluar daerah karena dianggap hama perusak?
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Selasa, 17 Februari 2015

SATWA PELIHARAAN (1): ENGGANG


DSC01229
ENGGANG KHAS KALIMANTAN
Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/RangkongEnggang atau Rangkong (bahasa Inggris: Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya “Buceros” merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti “tanduk sapi” dalam Bahasa Yunani.
.
Burung Enggang tergolong dalam kelompok Bucerotidae yang termasuk 57 spesies. Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga. Burung ini merupakan burung sakral di dalam budaya Dayak sehingga keberadannya sangat penting dan dihormati.
.
???????????????????????????????
BISNIS ENGGANG
Burung enggang tidak lagi burung terkait budaya dan kepercayaan sebab sudah dibisniskan. Berdasarkan berita http://kabar24.bisnis.com/read/20141223/78/385415/burung-enggang-wuih-selembar-bulunya-dihargai-rp250.000, di SANGATTA (Kalimantan Timur) — Burung Enggang yang menjadi salah satu kekhasan Kalimantan kian sulit didapatkan. Saking sulitnya mendapatkan burung Enggang saat ini, bulu burung khas Kalimantan ini pun dijual mahal hingga Rp250 ribu per lembarnya. Ketua Kesenian Suku Dayak Kenyah Miau Baru, Kecamatan Kongbeng Kajan, 70, mengakui pihaknya harus mengeluarkan uang Rp250 ribu untuk mendapatkan satu lembar bulu burung Enggang. Menurut Kajan untuk membuat satu buah topi adat untuk menari dibutuhkan 5 hingga 10 lembar buluh burung Enggang. “Jika dinilai satu topi khas suku dayak yang menggunakan bulu burung Enggang anggarannya mencapai hingga Rp2 juta,” kata Kajan menanggapi sulitnya mendapatkan bulu burung Enggang, Selasa (23/12/2014).
.
g3
PENGADILAN KASUS ENGGANG
Dari web http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/bunuh-satu-enggang-sama-dengan-bunuh-pasangannya, disebutkan : “Membunuh seekor enggang gading itu sama dengan membunuh dua burung enggang sekaligus karena satwa ini tidak mampu bertahan hidup tanpa pasangan,” kata Rudi Zapariza, Project Leader Sintang-Melawi, WWF-Indonesia Program Kalbar, dilansir dari Mongabay Indonesia, Kamis (29/8). Komentar ini terkait Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak menjatuhkan vonis delapan bulan penjara dan denda Rp10 juta kepada Lim Sim Mong alias Among, terdakwa kasus paruh enggang gading. Dalam masa persidangan keenam Selasa (27/8/13) sore. Majelis Hakim yang diketuai Edi Hamsil menjatuhkan vonis lebih berat tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Abdul Samad.
.
Among divonis bersalah atas kepemilikan 229 paruh enggang gading (Rhinoplax vigil), 27,3 kg sisik trenggiling (Manis javanica), satu taring beruang madu (Helarctos malayanus), dan 44 kuku beruang madu (Helarctos malayanus). Barang ilegal itu disita aparat gabungan dari Sporc Brigade Bekantan dan Polda Kalbar di kediaman Among di Dusun Laja Permai, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalbar pada Kamis (25/4/13).
.
Dengan demikian, kematian 229 enggang gading (jumlah yang disita dari Among) sama dengan memusnahkan 458 enggang gading di habitatnya. Penyusutan populasi enggang gading ternyata bisa berakibat langsung pada kondisi dan kelestarian hutan. Lantaran fauna ini berperan sebagai penyebar benih di hutan. Jika populasinya makin berkurang, pertumbuhan benih pohon-pohon hutan juga lambat. Akibatnya, hutan yang merupakan habitat banyak satwa, sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, dan penyumbang oksigen terbesar bagi manusia, akan terancam. “Kebanyakan orang tidak sadar fungsi enggang ini di alam. Apalagi waktu reproduksi terbilang lama. Jika terus diburu, bukan tak mungkin enggang hanya tinggal nama bagi anak cucu kita.”
.
PELIHARAAN RAKYAT
Bagaimana kalau masyarakat memelihara burung enggang di kurungan? Ini terjadi karena mereka mendapatkannya di hutan? Bisakah dikenakan hukum? Kalau beresiko dihukum, apakah burung harus dilepas padahal belum tentu bisa selamat. Burung ini terbilang burung piaraan di kampung kami, diperoleh dari hutan kami dan kami senang memeliharanya. Bisakah kami memiliki hutan konservasi untuk melestarikan satwa dan flora kami?
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Minggu, 15 Februari 2015

BCB: BMX Club Buntok

BMX Club Buntok (BCB) merupakan kumpulan remaja kota Buntok yang menyatukan kegemaran mengayuh sepeda kedalam sebuah perkumpulan. Klub ini mampu menyatukan penggemar sepeda mini mencapai 90 anggota. 
.
Setiap akhir pekan atau momen liburan mereka mengadakan touring menjelajahi semak belukar, jalan setapak bahkan hutan di sekitar Buntok. Dan hari ini Minggu 15 Februari 2015 mereka melakukan tur menjelajah hutan Lembeng yang sangat becek, licin dan sedang dilanda kebanjiran.
.

Klub ini sering bahkan terjadual mengadakan lomba tingkat kabupaten, juga aktif mengikuti even luar daerah terutama di kabupaten tetangga di Hulu Sungai, Kalimantan Selatan.
.

Mereka ini juga klub pecinta alam yang keluar-masuk jalan setapak, bahkan merintis jalan setapak di hutan-hutan Barito Selatan guna menuju ke kampung-kampung.
.


Jumat, 13 Februari 2015

BUPETS: Perannya Apa...?

Pada Minggu tanggal 8 Februari 2015 kami menyajikan "Penyerahan Anak Orangutan Barito kepada Perwakilan Kalaweit Muara Teweh". Serah-terima dilaksanakan di Buntok pada hari Sabtu tanggal 7 Februari 2015, berupa satu bayi orangutan. Inilah fakta tentang aktivitas Komunitas Pecinta Satwa Buntok yang bernama “BUPETS” alias "Buntok Pets". 

.

Dari fakta ini timbul beberapa pertanyaan?

1. Kenapa satwa yang katanya dilindungi, ketika ditangkap masyarakat harus diserahkan kepada orang luar daerah atau orang asing? Maksudnya, kenapa orang kampung tidak boleh memelihara hewan kampungnya sendiri, justru dipelihara orang di luar malah boleh..?

.

2. Kenapa orang kampung yang ketahuan memelihara satwa dilindungi terancam penjara dan denda, sedangkan yang membunuhnya, bahkan memakannya tidak apa-apa?

.

3. Kalau kondisinya terus-menerus seperti ini, akhirnya satwa pasti habis sebab akan terus dibunuh, dimakan atau dibawa orang luar dengan alasan konservasi atau perlindungan?

.

Singkat kata, tidak bisakah kami memelihara satwa daerah kami sendiri? Bila diteruskan...., tidak bisakah satwa-satwa kami hidup di tanah airnya sendiri tanpa harus diekspor ke luar sana..? 

.

Apa jawaban dan jalan keluarnya untuk kami? Dimanakah kami harus memposisikan diri? Adakah mungkin dibuatkan untuk kami hutan konservasi atau konsesi yang membolehkan memelihara satwa kampung sendiri di tanah airnya sendiri..?

.

Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880) http://www.facebook.com/barito.selatan

 

 

 

 

 





Minggu, 08 Februari 2015

PENYERAHAN ANAK ORANG UTAN BARITO KEPADA PERWAKILAN KALAWEIT MUARA TEWEH



Pada hari Sabtu tanggal 7 Februari 2015 diserahkan satu ekor anak orangutan Barito kepada Perwakilan Kalaweit Muara Teweh. Serah terima dilakukan di Buntok oleh Komunitas Pecinta Satwa Buntok yaitu “BUPETS”.
.
Satwa yang diserahkan tersebut diperoleh dari masyarakat desa Malitin, kecamatan Karau Kuala, yang penyerahannya diterima oleh Mr. Chanee dari Kalaweit.
.
Dari penyerahan ini dapat disimpulkan bahwa kabupaten Barito Selatan masih menyimpan satwa endemik langka termasuk yang dilindungi seperti orangutan, bekantan, beruang madu, tarsius, kukang, ular derik “boreonensis”, kura-kura matahari dan lain-lain.
.
Mengingat selama ini satwa dari hutan kabupaten Barito Selatan yang tertangkap masyarakat banyak yang dijual ke luar daerah atau disita lalu dibawa ke luar daerah, dikhawatirkan kabupaten Barito Selatan tidak memiliki satwanya sendiri. Oleh karena itu Barsel Promo, Nilam Orchids dan Komunitas Pecinta Satwa Buntok “BUPETS” sangat menginginkan adanya TAMAN SATWA dan HUTAN KONSERVASI sendiri.
.
Mudah-mudahan himbauan ini terbaca oleh Pemerintah sehingga tergerak bersama-sama kami mengambil langkah penting dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang masih tersisa.
.

Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)
http://www.facebook.com/barito.selatan