Kamis, 29 Januari 2015

MAHAUP BENANGIN MURIK, SANSULANG TAI MANSUH..

Kemarin Rabu 28 Januari 2015 benar-benar hari melimpahnya ikan kecil di tepian sungai Barito. Kondisi air yang meninggi dan hujan yang turun mempersembahkan hasil tangkapan ikan sangat banyak. Luar biasa. Ikan itu hanya dihargai Rp 5 ribu per ember.
.

Kayaknya istilah saluang murik atau ikan seluang mudik kurang tepat juga karena ikan yang paling melimpah adalah benangin. Ikan seluang memang banyak tertangkap tapi ikan benangin justru jauh sangat banyak. Ikan yang lain juga ada seperti Junu, anak baung dan anak lais. Tapi dominasi benangin tidak tertandingi sehingga istilah saluang murik mestinya diubah menjadi benangin murik.
.
Lokasi masyarakat menangkap ikan hari ini (Kamis, 29 Januari 2015) adalah Tane Runtun / Jalan Karau dan beberapa tepian sungai Barito lainnya. Inilah berkah temporer yang didapat masyarakat tatkala terjadinya perubahan musim dan naik turunnya paras air.
.
Ketika benangin mudik membawa berkah..., apakah sampah dan tahi manusia yang milir juga membawa berkah...? Perlu perhatian agar ampah manusia dan ampah alam tidak sampai merusak kehidupan ini.
.
 
Barsel Promo Buntok

Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)  
Info Anggrek : Maidi (0852 4951 3880)

Selasa, 27 Januari 2015

KUNJUNGAN MAHASISWA JERMAN

Sekretaris Barsel Promo, MAIDI, menerima kunjungan dua mahasiwa berkebangsaan Jerman. Keduanya sedang melaksanakan penelitian guna menyelesaikan disertasi (tesis) S-3 di Universitas Oxford. Kedatangan mereka diantar beberapa rekan komunitas pecinta satwa dari Palangka Raya.
.
Seorang mahasiswa melakukan penelitian tentang anggrek asli dan yang lainnya meneliti ular derik Kalimantan (viper Borneo) di desa Sanggu. Penilitian dilakukan pada Rabu malam tanggal 25 Januari 2015.
.
Dari fakta ini timbul gelitik di hati, bisakah anggrek dan satwa yang masih ada di hutan bisa bertahan dari kepunahan padahal ancaman yang terjadi sangat besar? Perhatikan ...., cukup besar perhatian orang asing terhadap alam Kalimantan, kenapa kita tidak memperhatikannya? Bagai mana kalau hutan dan kekayaannya habis dalam waktu dekat padahal kita bisa menyelamatkannya?
.
Terus terang, dari berbagai hewan liar tangkapan masyarakat, kami hanya berani membeli ular, burung, kura-kura, kadal dan satwa kecil lainnya. Sedangkan yang besar-besar seperti orang utan, bekantan, beruang atau buaya.., tidak berani memeliharanya karena pasti disita dan terancam hukuman. Apa maksudnya? Tidak bisakah kabupaten Barito Selatan memiliki hutan konservasi in situ dan kami bisa ikut serta menjaganya?
.
Saat ini kami (CV Nilam Orchid) sudah memiliki izin tangkar dan edar untuk anggrek tapi tidak untuk flora atau fauna selainnya. Kami juga punya kelompok anggrek dan pecinta satwa. Apakah satwa yang setiap hari tertangkap harus mati atau dijual ke luar daerah sampai habis...?
.


Barsel Promo


Barsel Promo Buntok

Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)  
Info Anggrek : Maidi (0852 4951 3880)


Senin, 26 Januari 2015

INILAH NASIB UNIK KAMPUNG TERAPUNG "BAMBALER"

DUSUN BAMBALER
Bambaler adalah dusun nelayan di atas sungai Maliau. Dusun ini merupakan kampung terapung yang semua rumah penduduknya merupakan "lanting" atau rumah mengambang di atas air. 
Dusun ini penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap. Karena tidak semua tangkapan ikan dari sungai dan danau bisa langsung di jual maka dipeliharalah ikan itu di keramba yang berada di sekitar lanting.
.
Jarak dari Buntok, ibukota kabupaten Barito Selatan ke Bambaler ditempuh melalui perjalanan sungai selama 30-45 menit dengan speedboat atau sekitar 1 jam dengan kelotok. Perjalanan sangat tergantung debit air sungai Maliau sehingga masa tempuh relatif.
.
Penduduk Bambaler seratus persen suku Dayak Bakumpai dan berama Islam. Tidak jauh dari Bambaler (10 menit) terdapat desa Madara dan danau Madara yang penduduknya Dayak Maanyan dan beragama mayoritas Kristen. 
.
NASIB ANAK-ANAK SEKOLAH
Pemerintah kabupaten Barito Selatan telah menyediakan sekolah dasar di dusun nelayan ini. Sekolah dibangun cukup baik dan berada di atas tanah tepian sungai. Untuk mencapai sekolah ini seluruh murid menggunakan perahu jukung setiap harinya. Inilah uniknya kehidupan disini.
.
Anak-anak sekolah disini sepanjang hari bermain dengan kegiatan yang berhubungan dengan air karena mereka hidup di kampung air. Tidak ada tanah untuk dipijak disini kecuali sedikit disekitar sekolah.
.

NASIB SATWA
Karena Bambaler masih dikelilingi hutan dengan variasi sungai dan danau maka masih banyak satwa yang hidup di sini. Yang jadi masalah, ketika hutan kekurangan makanan untuk satwa maka satwa pun turun ke dusun Bambaler. Mereka mencari makan di kawasan manusia. Tidak heran bila kera, bekantan, musang, beruang, biawak, bahkan orang utan mencuri ikan atau makanan dari rumah penduduk. Belum lagi ular, berang-berang atau burung pemakan ikan, semua terpaksa mencuri di kampung.
.
Bisakah pemerintah menanggulangi masalah interaksi antara manusia dan satwa seperti di Bambaler ini mengingat penduduk sering marah tatkala kecurian sehingga satwa-satwa tersebut sering dijebak atau dibunuh. 
.
Nasib satwa tergantung manusia. Kalau mau maka ada saja upaya penyelamatannya. Kalau tidak maka satwa akan menjadi hama yang dimusuhi manusia.

.
NASIB NELAYAN
Nelayan memang seratus persen mengharapkan kemurahan alam. Sungai Barito, Maliau, danau Madara dan perairan sekitarnya merupakan kehidupan harian mereka. Maka selayaknya kawasan ini terjaga kelestariannya.
.
Ikan haruan (gabus), tahuman (toman) dan bakut (betutu) merupakan tangkapan andalan. Ikan sungai dan rawa lainnya juga masih cukup banyak. Semoga keadaan ini terus berkesinambungan.
.
Area sini cukup baik untuk wisata terutama wisata alam yang tidak menuntut fasilitas apa pun.
.
Barsel Promo

Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms 0813 4960 6504


Jumat, 23 Januari 2015

MAKAN SAYUR ROTAN "JUHU HUMBUT UWEI"

RINDU LAUK KAMPUNG
Karena rindu memasak sayur kampung maka pergilah ke pasar sore "Jelapat" Buntok. Tanpa banyak bicara langsung membeli umbut rotan, tebu telor, kacang palisah, daun waluh dan waluh merahnya sekalian. Kenapa sayur begini pilihannya? Karena inilah yang sedang ada di pasar.
.
Kata orang kampung, rotan yang umbutnya dibeli adalah Biungan (Calamus polystachyis Becc). Ukuran umbutnya sebesar ibu jari kaki, tidak pahit dan rotan ini merupakan rotan terbesar. Salah satu manfaat biungan sebagai bahan pembuat kaki kursi rotan. 
.
Pilihan ikan yang ada dan pas saat itu adalah ikan cacili, belut dan pentet (lele alas). Cacili adalah ikan sungai yang mirip belut tetapi punggungnya berduri. Akhirnya diambil ikan yang paling kenyal: cacili. Ikan ini nantinya dijadikan ikan panggang.
.
JUHU HUMBUT BIUNGAN
Setelah ikan dibersihkan, dilumuri perasan limau lalu diberi garam yang bercampur kunir. Ikan dipanggang sampai setengah matang.
.
Bumbu dasar berupa garam, merica, ketumbar, kunir dan kemiri dihaluskan lalu ditumis. Setelah mengeluarkan aroma, masukkan umbut rotan, tebu telor, kacang palisah, daun waluh dan waluh yang sudah dipotong-potong. Masukkan air (atau santan), tunggu sampai setengah matang. Terakhir masukkan ikan cacili panggang, tunggu sampai matang.
.
Barsel Promo

Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms 0813 4960 6504

Selasa, 20 Januari 2015

HEBOH FOTO "EKSTRIM KULINER" KALBAR...?

Pemberitaan oleh http://m.tribunnews.com/nasional/2015/01/11/foto-pembantaian-monyet-diduga-di-kalimantan-mendapat-kecaman-netizen pada Minggu, 11 Januari 2015 13:26 WIB dengan judul "Foto Pembantaian Monyet Diduga di Kalimantan Mendapat Kecaman Netizen", menunjukkan adanya kehebohan. Foto pembantaian belasan monyet dengan sadis itu mendapat kecaman dari para netizen. Foto tampak berada di antara satu perkampungan atau hutan. 
.
Dalam foto terlihat empat pemuda asyik sembelih monyet dan diposting akun Facebook Chen Yu Liang pada satu di antara group tertutup komunitas tertentu, Sabtu (10/1/2015) malam. Dalam postingan Chen Yu Liang memasang status "Siapa Yang Binatang? | Manusia Lebih Binatang...! Dan kasus Pembantaian makhluk ini diduga terjadi di Kualan - Balai Bekuak - Simpang Hulu Ketapang - Kalimantan Barat." Alhasil, dalam waktu tidak sampai dua jam postingan tersebut mendapatkan 93 likes dan sebanyak 97 komentar. Umumnya komentar berisikan nada kecaman bahwa manusia sudah tidak memiliki rasa belas kasihan meskipun terhadap binatang.
.
Bagi kami di Kalimantan Tengah, khususnya kabupaten Barito Selatan, kasus seperti ini rasanya teranggap biasa saja. Kenapa? Pertama, Barito Selatan masih banyak terdapat hutan sebagai habitat monyet, orang utan, bekantan dan satwa liar lainnya. Setiap orang bebas membunuh atau menangkap satwa di hutan tanpa sanksi apa pun. Kedua, Barito Selatan tidak punya hutan lindung, cagar alam atau taman nasional sehingga semua flora dan fauna dianggap liar, tidak ada perlindungan sama sekali. Memang sih ada Dinas Kehutanan atau Jagawana, tapi itu sangat terbatas dan tinggalnya di kota. Kalau pun ada peta hutan lindung, itu cuma peta di atas meja, bukan di alam nyata. Ketiga, sebagian masyarakat Barito Selatan memang terbiasa menyantap hidangan daging monyet, bekantan, bahkan orang utan dan satwa liar lainnya. Kebiasaan ini berlanjut sampai sekarang. Keempat, satwa liar seperti monyet, kera, orang utan, ular, beruang sudah menjadi hama karena merusak kebun masyarakat, kebun sawit perusahaan dan mencuri di rumah-rumah warga. Tampaknya satwa tersebut sulit memperoleh pangan di hutan sehingga harus mencuri di kebun orang atau masuk ke rumah masyarakat. Di kampung terapung Bambaler, monyet-monyet pada pagi dan sore hari berjajar di tepi-tepi sungai menunggu penghuni rumah lanting lengah sehingga mereka bisa turun mencuri makanan apa pun yang ada.
.
Sekedar mengingat kembali peristiwa di kampung kami, berikut tulisan di http://mobile.tribunnews.com/tribunners/2011/02/23/ekstrim-kuliner-kalteng-1, Rabu, 23 Februari 2011 oleh Syamsuddin Rudiannoor berjudul "Ekstrim Kuliner Kalteng (1)"
.
TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, satwa dilindungi yang terdapat di Kalimantan Tengah adalah orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus pygmaeus / pongo pygmaeus wurnabii), bekantan (nasalis larvatus), owa-owa (hylobates agilis), kera (macaca fascicularis), beruk (macaca nemestrina), kancil (tragulus javanicus), beruang madu (helarctos malayanus), rangkong (buceros sp), rusa sambar (cervus sp), kijang (muntiacus muntjak), trenggiling (manis javanica) dan kukang (nycticebus coucang).
.
Tapi tahukah anda kenapa hewan-hewan itu kian terancam keberadaannya bahkan punah? Salah satu penyebabnya adalah hewan-hewan itu merupakan menu santapan favorit masyarakat tertentu. Maka untuk sekedar membuktikannya, berikut pengalaman yang saya saksikan langsung 3 tahun yang lalu.
.
Hari Jum'at tanggal 26 Desember 2008, saya melalui perjalanan darat dari Palangka Raya menuju Buntok menggunakan taksi Kijang "Tulus Travel".
.
Pukul 14.00 WIB kendaraan kami tiba di Kalahien seberang. Beberapa menit menikmati kapal penyeberangan, pukul 14.45 WIB kendaraan kami meninggalkan ferry sungai Barito dan mendarat di Kalahien Hilir.  Perjalanan diteruskan langsung menuju Buntok.
.
Disaat  kami melewati desa Kalahien itulah, tepatnya di tepi sungai sekitar 20 meter ke hulu Kariring Jaya Pangkalima Sapi, tampaklah beberapa laki-laki sedang membakar bulu-bulu bekantan (nasalis larvatus) ukuran sedang dan satu ukuran besar.
.
Tampaknya bekantan dan beberapa monyet tersebut (mencapai 10 ekor) adalah hasil buruan masyarakat dengan cara ditembak. Melihat kejadian itu hati saya sedih. Tapi apa boleh buat, sedih saya atas matinya binatang dilindungi itu adalah menu pesta favorit bagi rakyat kami. Harapan saya, semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi.
.
Menu apa yang akan disajikan dalam pesta rakyat hari itu? Biasanya rakyat kami mengolah daging primata tersebut menjadi S-3, yaitu: sop, soto, sate. Diluar itu biasanya ada pula bumbu kare dan masak merah.
.
Lalu bagaimana mempersiapkan masakan S-3, bumbu kare dan masak merah paikah alias bekantan? Prosesnya sama saja dengan membuatnya dari bahan lain, tidak perlu disampaikan disini. 
.


Sabtu, 17 Januari 2015

CARA MEMBELI BUKU-BUKU LOKAL PRODUKSI BARITO RAYA PRO




UCAPAN TERIMA KASIH
Pertama sekali diucapkan terima kasih kepada khalayak yang telah membeli buku-buku kami, baik yang langsung datang ke toko SIMPANG, Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah, maupun yang dikirim melalui kiriman paket. Intinya, semoga buku yang dibeli bermanfaat secara maksimal, terutama bagi mahasiswa di pulau Jawa yang memanfaatkannya sebagai referensi penulisan.
.
BUKU-BUKU LOKAL PRODUKSI BUNTOK MASIH TERSEDIA
Barsel Promo Buntok sampai saat ini masih memasarkan buku-buku lokal sebagai berikut: 
.
1) Sejarah Kalimantan Tengah I berjudul NAN SARUNAI USAK JAWA (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa), tebal 89 halaman, harga Rp. 30.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 15.000,-.
.
2) Sejarah Kalimantan Tengah II berjudul GIGIR GAMPAR BARITO RAYA, Amuk 1860-1905, tebal 171 halaman, harga Rp. 60.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 20.000,-
.
3). Wayang Kalteng berjudul PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR. Tebal buku 366 halaman, harga per buku Rp. 120.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 40.000,-
.
4). Legenda Kabupaten Barito Timur berjudul LIANG SARAGI, Semuanya karena Cinta. Tebal buku 252 halaman, harga buku Rp. 70.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 25.000,-
.
5. SEKS BEBAS, PORNO AKSI DAN ULAMA BIRAHI, tebal buku 201 halam, seharga Rp. 65.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 25.000,-
.
 http://1.bp.blogspot.com/-c0BZpX5iA14/U2m0Qd1xNdI/AAAAAAAABdA/3VUEIODZ0kw/s1600/FILE0001.JPG
Pemesanan hanya dilayani melalui SMS kepada SYAMSUDDIN RUDIANNOOR, dengan nomor 0813 4960 6504. Apabila SMS terjawab dan disepakati maka pembeli terlebih dahulu mengirimkan uang harga buku dan ongkos kirim ke rekening bank yang diberitahukan melalui SMS. Setelah transfer masuk barulah buku dikirimkan kepada pembeli melalui paket pos atau jasa kurir lainnya.
.
Barsel Promo
Sekian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Rabu, 14 Januari 2015

KERIPIK IWAK BENANGIN

IKAN KECIL MELIMPAH
.
Dalam tulisan terdahulu berjudul "SALUANG MUDIK", telah dipaparkan fenomena alam tatkala paras air sungai Barito naik meninggi. Kondisi air yang sedang menayap itu menciptakan siklus kehidupan ikan yang patut dinikmati dan disyukuri. Inilah yang disebut Saluang Murik atau ikan saluang mudik massal ke hulu sungai. Peristiwa ini mirip dengan tradisi ikan Salmon yang bermigrasi dari laut asin menuju hulu sungai air tawar untuk bertelur dan menetaskan anaknya. Intinya.., inilah tradisi makhluk Tuhan berkembang biak meregenerasi spesies-nya.
.
Kondisi manau saluang murik ini membawa berkah tersendiri bagi penduduk tepian sungai Barito. Saat itulah orang-orang kampung mahaup atau mahancau atau menjaring ikan saluang yang menghasilkan jutaan ekor. Saking begitu banyak hasil tangkapan, ikan pun diobral kepada siapa pun yang mau membeli seharga Rp 5 ribu per ember. Alhamdulillah, Buntok sedang pesta saluang murik.
.
IKAN BENANGIN LEBIH BANYAK DARI SALUANG
Tatkala air melimpah dan memeratakan ikan ke mana-mana, ternyata saluang murik kalah banyak dibandingkan ikan kecil lain yang bernama benangin atau banangin atau manangin. Ikan benangin ini ternyata limpahannya jauh lebih banyak dari ikan saluang. Dengan demikian harga ikan menjadi lebih murah dari saluang. Maka kami pun mencoba memanfaatkan peluang ini.
.
KERIPIK IWAK BENANGIN
Dicobalah membuat keripik ikan benangin. Dan alhamdulillah hasilnya sangat baik. Dengan tambahan produk ini maka keripik musiman kami pun bertambah lagi variasinya. Ada keripik jamur pohon karet "Kulat Kurikit" dan kini "Keripik Iwak Benangin".
.
Adapun produk kami yang tidak kenal musim adalah Keripik Paku, Keripik Putri Malu dan Keripik Lambiding. Semoga produk kami ini terus bisa bertahan sepanjang hutan dan alam tempat tumbuhnya bahan keripik kami tidak musnah atau habis.
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms 0813 4960 6504
http://rudiannoor.wordpress.com

Kamis, 08 Januari 2015

SALUANG MUDIK

Dalam minggu ini, tatkala paras air sungai naik meninggi, terjadilah tradisi alami di sungai Barito. Apa itu? Keadaan air yang sedang menayap menciptakan siklus kehidupan ikan yang patut dinikmati dan disyukuri. Inilah yang disebut Saluang Murik atau ikan saluang mudik massal ke hulu sungai. Peristiwa ini mirip dengan tradisi ikan Salmon yang bermigrasi dari laut asin menuju hulu sungai air tawar untuk bertelur dan menetaskan anaknya. Intinya.., inilah tradisi makhluk Tuhan berkembang biak meregenerasi spesies-nya.
.
Kondisi manau saluang tatkala kejadian saluang murik ini membawa berkah tersendiri bagi penduduk tepian sungai Barito. Saat itulah orang-orang kampung mahaup atau mahancau atau menjaring ikan saluang yang menghasilkan jutaan ekor. Saking begitu banyak hasil tangkapan, ikan pun diobral kepada siapa pun yang mau membeli seharga Rp 5 ribu per ember. Alhamdulillah, Buntok sedang pesta saluang murik.
.
Allah Ta'ala memang tuhan yang maha kaya dan maha adil. Ketika air surut maka sungai dan danau melimpahkan hasil dari ikan tertentu. Begitu pun tatkala air melimpah dan banjir maka sungai dan danau pun memeratakan ikan pula dengan caranya sendiri. Hidup di kampung memang enak dan indah, hidup dalam tenang dan damai.  
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms 0813 4960 6504

Rabu, 07 Januari 2015

NIKMATNYA SAYUR UMBUT ROTAN DAN ACAR REBUNG DI TANJUNG LEMBENG

Tanjung Lembeng adalah tana atau huma atau perladangan tradisional kami sejak nenek moyang. Hutan pehumaan ini dikelola oleh anak cucu Karoewang bin Rangkau berdasarkan verklaring yang diterbitkan Pemerintah Kolonial Belanda sejak tahun 1921.
.
Posisi Tanjung Lembeng terletak di tepi sungai Barito di hulu kota Buntok. Letaknya tidak jauh dari hilir kampung Mabuan. Pada huma ini tumbuhlah secara alami tanaman warisan nenek moyang berupa durian, manggis, asam, kebun karet, rotan dan tanam tumbuh lainnya. Sedangkan tumbuhan sayur hutan yang banyak di daerah ini adalah paku.

.

Bulan Januari 2015 air sedang merangkak naik. Perladangan pun terendam banjir. Tatkala karet tidak bisa untuk diturih karena air dalam dan rotan pun tidak pula bisa dipanen maka kegiatan lain yang dilakukan di ladang. Salah satu kegiatan itu adalah mencari ikan dengan memasang rengge (jaring), marawai (memasang pancing), malukah (jebakan ikan) atau maimpung duhian (menunggui durian jatuh). Inilah rutinitas di alas karena berkebun dan berladang sedang terhalang banjir.
.
Salah satu menu yang bisa dimasak di keadaan semacam ini adalah sayur umbut rotan (humbut uwei), juhu rebung, acar rebung dengan ikan baung bakar. Inilah selera rakyat yang sampai sekarang terus terjadi di huma-huma kami. 
.
Karena musim ini juga musim buah asam, lalambai, binjai atau ramunia (gandaria) maka buah berasa asam ini dibuatlah sambal acannya. Sungguh nikmat makan di hutan. 
.
Resep sayur umbut rotan bisa dilihat di internet antara lain http://resepmasakanspesial.com/resep-spesial-sayur-umbut-rotan-lezat.html, http://www.yukmakan.com/recipe/detail/1036978/sayur-umbut-rotan,  dan sebagainya.


Barsel Promo


Barsel Promo Buntok

Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah

Kontak / sms 0813 4960 6504