Sabtu, 22 November 2014

JUAL SEPEDA MOTOR DAN KAMERA SEKEN

Dijual di Jalan Paglima Batur No. 7 Buntok / Toko Samping Kejaksaan :

1. Sepeda Motor Suzuki Tornado GS 110 buatan 1995 warna hitam, STNK / BPKB lengkap, pajak lunas, harga Rp. 3 juta (bisa nego).

2. Kamera Canon EOS 1000 D warna hitam, kondisi prima, harga Rp. 3 juta.

Ambil keduanya Rp. 5,5 juta. Penawaran serius datang langsung ke alamat di atas ( kontak SMS 081 349 606 504, 081 349 538 757 ).

Alasan jual karena tidak terpakai lagi.

Kamis, 20 November 2014

Membaca Lagi Surat Terbuka Rieke 'Oneng' PDIP "TOLAK BBM ATAU JADI PENIPU RAKYAT"



Thursday, August 28, 2014 | 16:48 

b

Wiwit Sari Handayani 

Berikut dibawah ini adalah surat terbuka dr Rieke, tertanggal 16 Juni 2013... Ayo Oneng, teruskan perjuanganmu!
-----------------------------------------------------------

SURAT TERBUKA KEPADA DPR RI

Kepada: YANG TERHORMAT Teman-teman politisi DPR RI

Ada apa dengan kita? Apa yang membuat bersikukuh menyepakati pencabutan subsidi BBM dan mengalihkannya ke BALSEM (Bantuan Langsung Semaput). Apakah kita lupa bahwa kita anggota DEWAN PERWAKILAN RAKYAT? KITA DIPILIH RAKYAT.

Bukankah kita sama-sama disumpah dengan gunakan kitab suci kita masing-masing, atas nama Tuhan untuk dengarkan suara rakyat dan memperjuangkannya. Kita ada di ruangan yang sama, kita dilantik sama-sama dalam upacara kenegaraan ucapkan sumpah jabatan kita. Upacara yang disaksikan Rakyat di seluruh Tanah Air, yang dibiayai oleh uang mereka pula. Sudahkah kita dengarkan suara rakyat?

Saya punya daerah pemilihan, saudara-saudara anggota Dewan yang lain pun punya daerah pemilihan. Silakan cek apakah rakyat memang setuju BBM naik? Silakan cek apakah dengan kenaikan BBM dan BLT yang disalurkan para pemilih kita hidupnya jadi sejahtera? Dengan BLT apakah kesehatan, pendidikan dan ekonomi RAKYAT Yang JADIKAN KITA WAKIL RAKYAT hidupnya jadi lebih terjamin?

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat, tanggal 11 Juni 2013 BPK menyampaikan laporan keuangan di Sidang Paripurna. Saya ada di sana. Apakah kalian hadir? Kita sama-sama mendengar alangkah hebatnya indikasi "perampokan uang rakyat" tahun 2012. Termasuk ratusan triliun keuntungan dari sektor hulu yang entah ke mana mengalirnya karena digunakan tanpa melalui mekanisme pembahasan APBN.

Kita sama-sama mendengar "raibnya" puluhan Triliun bansos, tak jelas pertanggungjawabannya. Tidakkah ada keinginan kita yang punya tugas "budgeting" untuk bongkar tuntas laporan tersebut. Tidakkah kita tergelitik untuk mempertanyakan kenapa bisa terjadi Dewan Perwakilan Rakyat TIDAK TAHU sekitar 38 Triliun UANG RAKYAT DIBAYARKAN UNTUK KEANGGOTAAN INDONESIA di IMF?

Perlukah keanggotaan itu untuk rakyat. Dengan uang sebanyak itu berapa beasiswa bagi siswa miskin bisa disalurkan. Berapa sekolah bisa diperbaiki. Dengan uang sebanyak itu 240 juta rakyat bisa jadi penerima Jamkesmas.

Ada apa dengan kita? Silakan tanya diri kita masing-masing betulkah keuangan negara bermasalah gara-gara subsidi BBM? Pernahkah kita bertanya, berapa uang rakyat per hari, per minggu, per bulan, per tahun yang terkumpul dari membeli BBM di SPBU-SPBU?

Mengapa seolah-olah rakyat hanya jadi beban. Opini yang terus dikembangkan seolah-olah rakyat gerogoti APBN untuk hal-hal yang tidak perlu. Bukankah sebagai wakil rakyat kita juga tahu: RAKYAT BELI BBM, TAK ADA BBM GRATIS. Sekali-kali sepertinya harus disampaikan kepada rakyat berapa sesungguhnya keuntungan dari penjualan BBM (termasuk yang dibeli rakyat).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat, ada apa dengan kita? Kalau pun butuh tambahan dana untuk program-program yang kalian sebut kerakyatan, kita juga sama-sama tahu ada solusi lain mencari sumber pendanaan, (SAL, SBN, Penghematan dan realokasi anggaran di kementerian dan lembaga).

Kita juga sama-sama tahu, kalau BBM Naik, ongkos transportasi naik, biaya produksi naik, harga-harga pasti naik, sementara PENGHASILAN RAKYAT TIDAK NAIK. Itu yang pasti terjadi di daerah pemilihan saya. Bagaimana dengan di daerah pemilihan anggota dewan lain? (Jangan-jangan hanya terjadi di daerah pemilihan saya)

Anggota dewan yang terhormat, kita semua tahu, besok (hari ini) 17 Juni 2013 adalah Paripurna persetujuan APBN-P 2013. Kalau kita ikut maunya pemerintah SUBSIDI BBM hanya 6 T berarti KITA SETUJU HARGA BBM NAIK. Kalau kita alokasikan SUBSIDI BBM 48 T artinya KITA TIDAK SETUJU HARGA BBM NAIK.

Malam ini kita punya waktu merenung bersama, betulkah keinginan sebagian besar dari kita KURANGI SUBSIDI BBM BETUL-BETUL KARENA PERTIMBANGAN UTK MENYELAMATKAN EKONOMI RAKYAT ataukah karena ada dari KITA JADI BAGIAN DARI KONSPIRASI SISTEMATIS AKAL-AKALAN KELABUI RAKYAT UNTUK SELAMATKAN EKONOMI DIRI SENDIRI YG BUTUH DANA UNTUK PEMENANGAN 2014?

Selamat Merenung, merenungkan dan putuskan apakah besok KITA akan memposisikan diri sebagai WAKIL RAKYAT atau PENIPU RAKYAT!

Tol Cikampek KM 53, 16 Juni 2013

Salam Juang

Rieke Diah Pitaloka

Rabu, 12 November 2014

Anggrek Nilam Orchid Buntok

10733439_390355827787643_6531054067554189890_o

Alhamdulillah hujan sudah mulai merata. Hampir setiap hari curahannya membasahi bumi kabupaten Barito Selatan. Itu artinya kabut asap sudah sirna. Maka tunas-tunas tumbuhan pun mulai menampakkan awal kehidupannya.
DSC00020
Anggrek pun semoga sedikian juga adanya. Bagi kami dia adalah nadi kehidupan. Dia adalah sebagian dari kami karena kami adalah penangkar dan penjual anggrek alam.
f2ab2-2014-10-102b16-18-07
Bagi yang tertarik penangkaran anggrek dan berminat membeli anggrek bisa datang kepada Maidi,  CV. Nilam Orchid, Jalan Keladan Nomor 47 Buntok, nomor kontak / sms 0852 4951 3880.  Bisa juga kontak ke https://www.facebook.com/nilam.orchids

Minggu, 02 November 2014

PROFIL AKTIVIS BARSEL PROMO "MAIDI" DI HARIAN KOMPAS

Harian umum Kompas edisi hari Jum'at tanggal 31 Oktober 2014 memuat profil "Maidi, Penangkar Anggrek Hutan" pada kolom Sosok di halaman 16. Dengan adanya pemberitaan ini maka aktivitas Barsel Promo secara umum dan Nilam Orchid secara khusus telah mulai dikenal secara lebih luas.
Dalam kepengurusan Barsel Promo kedudukan Maidi adalah Sekretaris dan dia memang khusus menangangi usaha penangkaran dan penjualan anggrek dengan label "Nilam Orchid". Dia dan istrinya juga berusaha mengembang biakkan "lidah buaya" namun sayang kesulitan lahan.


Hambatan yang sedang kami upayakan pemecahannya didalam mengembangkan kelompok usaha bersama "Barsel Promo" adalah ketergantungan kami kepada alam / hutan Barito Selatan secara mutlak sedangkan setiap tahun hutan semakin menyusut, terus terjadi perambahan dan rutin kebakaran sehingga usaha kami terancam bangkrut.
Maidi dengan Nilam Orchid-nya akan kehabisan anggrek apabila hutan terus dirambah, pohon hutannya ditebang,  dan lahannya terbakar. Usaha yang lain seperti keripik paku, keripik lambiding / kelakai, keripik putri malu (sasupan air) juga terancam kehilangan bahan dasar karena semua diambil dari hutan alam. 
Oleh karenanya kami sangat berharap agar pemerintah bisa menyediakan lahan untuk kami berladang, hutan lindung untuk kami menangkar anggrek, juga menjaga tumbuhan paku, kelakai dan putri malu tumbuh subur di habitat aslinya. Bahkan kini kami pun secara perlahan sudah mengoleksi satwa hutan yang setiap hari tertangkap oleh masyarakat dengan harapan tidak mati atau punah.