Jumat, 26 April 2013

TIM BARSEL KE FESTIVAL BUDAYA DAYAK TIBA DI JAKARTA

Tidak kurang dari 85 anggota tim dari Kabupaten Barito Selatan untuk mengikuti Festival Budaya Dayak Tingkat Nasional Tahun 2013 pada tanggal 27-30 April 2013 telah tiba di Jakarta (25/4-2013). Rombangan Barsel kali ini dipimpin langsung oleh Bupati Ir HM Farid Yusran dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Selatan Hj Yangsi Hartini. 

Pada even Dayak tingkat Nasinal untuk yang pertama kali ini paling tidak kabupaten Barito Selatan akan mengikuti Karnaval, Pameran, Pentas Kesenian dan Masakan khas daerahnya.  

Semoga saja penampilan Kabupaten Barito Selatan nanti dapat mempersembahkan sajian terbaik dan pulang dengan membawa hasil yang dapat dibanggakan.

Selamat berjuang dan sukses selalu.

Seluruh Pemprov di Kalimantan Gelar Festival Budaya Dayak



PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat akan mengadakan Festival Budaya Dayak.  Kegiatan itu dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada 27-30 April 2013.

Berdasarkan informasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Kalteng yang diterima Rabu (3/4/2013), festival yang digelar untuk pertama kalinya itu diagendakan berlangsung tahunan. Pada tahun-tahun mendatang, festival direncanakan digelar bergiliran di provinsi-provinsi di Kalimantan.

Acara dilaksanakan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) dan semua pemprov serta pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan. Festival kali ini akan dimeriahkan karnaval sepanjang 2,5 kilometer di jalan-jalan raya di Jakarta pada 28 April 2013.

Selain itu, dilaksanakan pergelaran kesenian dan kebudayaan yang diramaikan peragaan busana dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan. Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, festival itu merupakan kegiatan tingkat nasional yang digelar masyarakat Dayak untuk pertama kalinya.

Teras sudah mengirimkan surat kepada para bupati/wali kota di Kalteng yang memberikan respons positif untuk menyatakan keikutsertaan dalam festival. Kegiatan itu merupakan kerjasama penyelenggara acara dari empat provinsi, didukung bantuan pihak ketiga.

"Soal biaya, tidak menjadi masalah. Sudah bisa diatasi. Saya berharap Festival Budaya Dayak tahun 2014 akan diadakan di Kalteng," tuturnya.
 
Editor :
Rusdi Amral

Rabu, 24 April 2013

WAYANG BANJAR DI BUNTOK


Sabtu tanggal 20 April 2013, sekitar pukul 16.45 WIB saya melewati Jalan Panglima Batur Buntok. Pas melintas di depan rumah mantan Sekda Barsel Bapak William Doeradjat, terlihat disana Bapak Joko tetangganya sedang sibuk mengatur beberapa orang yang bekerja mempersiapkan tenda, sound system dan kursi-kursi plastik. Dengan pemandangan itu bisa dipastikan bahwa disana akan ada acara yang belum jelas acara apa. 
Setelah Isya saya melintas lagi di jalan Panglima Batur depan rumah Pak Joko dan tetangganya Ir. Ibarata (Tata) putra Bapak William Doeradjat. Saat itulah saya tahu kalau malam ini akan ada wayang kulit walaupun belum tahu wayang apa. Kalau memperhatikan juriat Joko dan Tata maka saya pikir wayang Jawa. Namun kalau melihat tata panggungnya maka sulit wayang Jawa seperti itu karena wayang Jawa selalu akan memperlihatkan para pemain dan sindennya.
Malam itu sehabis Isya saya kerja lembur mencat rumah. Dari dalam rumah jelas terdengar kalau alunan musik dari pertunjukan yang sedang digelar adalah wayang Banjar. Artinya sudah lebih 10 tahun saya tidak mendengar musik rancak gamelar Banjar. Meski pun rinduku dengan wayang Banjar sudah besar, baru sekitar pukul 22.10 WIB saya keluar rumah karena kerja cat-catan rumah pun baru bisa diselesaikan.  
Maka dengan baju kerja yang penuh cat dan badan berpeluh, saya pun pergi menonton wayang Banjar. Saya pun melihat amang Malik abah Aziz ikut nonton. Ada amang Daben dan Sapuani bin Sintar dari Tane Runtun. Beberapa kenalan lain yang rindu wayang juga terlihat disana. Intinya, Wayang Banjar yang dimainkan malam itu setidaknya memberikan alternatif dari hingar-bingarnya dunia materi yang kian menggila menguasai dunia. Hahaha.., kula berjamu. Siapa waruh siapa tambuk???!

Senin, 15 April 2013

WISATA ANGGREK ALAM BARITO SELATAN



Anggrek yang banyak dicari oleh para pemburu anggrek liar sampai ke desa-desa adalah anggrek hitam, anggrek coklat dan anggrek mutiara. Ketiga anggrek unggulan ini dapat dilihat di habitat aslinya di Kabupaten Barito Selatan, juga bisa dibeli langsung di obyek wisata Sanggu atau di rumah anggota Barsel Promo di Buntok, Kabupaten Barito Selatan.

Siapa saja yang berminat terhadap wisata anggrek alam atau berminat membeli yang budidaya dapat menghubungi Barsel Promo di sekretariat kami Jalan Panglima Batur No. 7 / Karang Paci Ujung, Buntok, telepon 081 349 606 504.

Senin, 08 April 2013

Penyederhanaan RUU Perusakan Hutan Ancam Masyarakat

 
 
Antara/Iggoy el Fitra/vg


POLITIK

Laporan: Budi Ernanto
Senin, 08 April 2013 | 07:15 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Penyederhanaan masalah yang dilakukan DPR dalam penyusunan RUU P2H diyakini akan membuat masyarakat merasa terancam. Apalagi ada potensi kriminalisasi yang dapat menjerat masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan.
. 
"Di pasal 82 hingga 84, ada ketentuan mengenai izin. Masyarakat yang tidak punya izin, misalnya berdasarkan pasal 84 membawa alat potong yang dianggap melanggar peraturan, dengan mudahnya akan dikenai hukuman," kata Koordinator Pembaruan Hukum dan Resolusi Konflik HUMA Rahma Mary di Jakarta, Minggu (7/4).
. 
Padahal masyarakat sudah biasa membawa alat potong karena setiap hari selalu menggunakannya. Tapi Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemberantasan Perusakan Hutan (P2H) dapat membuat masyarakat lokal terancam dan bahkan tempat tinggalnya sekalipun.
. 
"Karena dianggap menebang pohon secara ilegal, akhirnya mereka dihukum. Padahal mereka biasa melakukannya setiap hari, tapi dibatasi oleh RUU tersebut tanpa pandang bulu," kata Rahma.
. 
Ia pun menyatakan dengan tegas untuk menolak pengesahan RUU P2H yang kabarnya akan disahkan DPR pada 10 April mendatang.
. 
"Tidak pantas disahkan apalagi untuk dibuat," pungkas Rahma.
.  
Editor: Basuki Eka Purnama

Jumat, 05 April 2013

KABAR GEMBIRA PROMO BARSEL




Kabar gembira! Telah dilahirkan Kelompok Usaha Bersama bernama Barsel Promo yang didedikasikan untuk mencari, menemukan, mengelola dan mempromosikan produk-produk unggulan kabupaten Barito Selatan.

Berbagai produk unggulan yang direncanakan pada intinya adalah oleh-oleh khas Barsel seperti penganan khas, budaya, busana, cenderamata / kerajinan rakyat dan berbagai hasil budaya daerah lainnya.

Diharapkan kegiatan ini akan efektif berjalan mulai bulan bulan Juli - Agustus 2013 dengan pusat kegiatan di Jalan Panglima Batur Nomor 7 / Jalan Karang Paci Ujung, Buntok.

Anggota utama Kelompok Usaha Bersama ini adalah para pengurus, kemudian jamaah masjid As-Sunnah Buntok, dan selanjutnya masyarakat kabupaten Barito Selatan pada umumnya yang memiliki usaha atau keterampilan khas yang bisa dipasarkan sebagai unggulan daerah kabupaten Barito Selatan. Kemudian semua anggota tersebut bersedia memasarkan produknya melalui Barsel Promo ini.

Selasa, 02 April 2013

BARSEL PROMO DIDIRIKAN



Lahirnya Barsel Promo
Pada hari Sabtu malam tanggal 30 Maret 2013 antara pukul 21.00 - 22.00 WIB didirikanlah Kelompok Usaha Bersama  oleh 5 (lima) orang dengan 1 (satu) saksi. Kelima orang tersebut adalah Syamsuddin Rudiannoor, Rismato, Maidi, Himalaya dan Abdul Wahab. Sedangkan yang menjadi saksi adalah Haji Ardisen, SPd.  

Kepengurusan
Susunan kepengurusan Barsel Promo yang telah disepakati adalah:
Ketua: Syamsuddin Rudiannoor, S. Sos
Sekretaris : Risman Asmadi SPd
Bendahara: Wiwik Setyowati

Bidang-bidang:
Bidang Hubungan Masyarakat/Lembaga: Rismato (Ketua), Trio Harto, Syamsuddin Rudiannoor
Bidang Pengembangan Usaha : Maidi (Ketua), Asma Pujiansyah, Himalaya
Bidang Pemasaran / Promosi: Muhammad Irfan Rudiannoor, Faizar Rudiannoor
Bidang Penyiapan Produk: Wiwik Setyowati (Ketua), Ny. Rismato, Ny. Maidi


Keanggotaan / Kontributor:
1. Anggota utama adalah Jamaah Masjid As-Sunnah Buntok yang memiliki usaha atau keterampilan yang dapat diarahkan menjadi penghasil produk unggulan kabupaten Barito Selatan.
2. Masyarakat umum kabupaten Barito Selatan yang memiliki produk dan bersedia produknya dipromosikan oleh Barsel Promo.


Kegiatan / Usaha:
Kelompok Usaha Bersama ini bersepakat untuk mencari, menemukan, mengolah dan mengelola serta memasarkan berbagai berbagai produk unggulan Kabupaten Barito Selatan khususnya yang dapat dikemas sebagai produk makanan olahan, makanan ringan, oleh-oleh, pakaian / busana khas daerah, kerajinan rakyat serta dokumentasi kebudayaan dan pariwisata daerah termasuk menyediakan layanan wisata alam / minat khusus. 


Produk yang sedang disiapkan
Beberapa produk yang akan mulai dipersiapkan untuk dipasarkan oleh Barsel Promo adalah penganan ringan berupa oleh-oleh khas Kalimantan Tengah antara lain Keripik Kelakai, Keripik Pisang aneka rasa, dodol, aneka kerupuk, buku-buku kedaerahan, agar-agar Lidah Buaya, obat-obatan khas Barsel, Telur Asin aneka rasa, Anggrek dan lain-lain.


Penutup
Kegiatan Barsel Promo diperkirakan efektif dimulai dalam bulan Ramadhan 1434 H atau Juli - Agustus 2013 dengan pembukaan secara resmi gerai / toko kami di Jalan Panglima Batur Nomor 7 / Jalan Karang Paci Ujung - Buntok.

Dalam mengawali penyiapan produk, kami bekerjasama dengan Flamboyan 108 Kuala Kapuas yang telah terlebih dahulu memproduksi aneka oleh-oleh khas Kalimantan Tengah.