Jumat, 26 November 2010

WISATA KAMPUNG TERAPUNG "BAMBALER"

LIVING IN HARMONY 

DUSUN BAMBALER


Dusun Bambaler di perairan sungai Maliau, anak sungai Barito, adalah perkampungan unik yang sangat menarik menjadi destinasi wisata alam dan minat khusus. Kenapa unik dan menarik? Karena dusun ini adalah desa terapung. Seluruh rumah penduduk merupakan rumah-rumah terapung (floating residences).


Jumlah bangunan / rumah terapung di dusun Bambaler 126 buah, terdiri dari 115 Kepala Keluarga.

video

Mata pencaharian penduduk Bambaler adalah nelayan tangkap dan sedikit pencari hasil hutan. Karena masa tangkap ikan tergantung musim dan keadaan air maka sebagian hasil tangkapan tidak langsung dijual tetapi dipelihara di dalam keramba-keramba apung.



DAYA TARIK WISATA

Daya tarik wisata Bambaler adalah kehidupan penduduknya yang 100% dilakukan di atas air. Keunikan yang lain adalah proses perikanan yang dilakukan, disamping keunikan proses keseharian sosial budaya penduduknya.

Daya tarik lain yang tidak kalah unik adalah banyaknya kera di pohon-pohon di dekat perumahan terapung penduduk. Para kera liar ini tampak terbiasa turun naik ke rumah-rumah terapung.

Disamping kera liar, terdapat juga burung-burung bangau putih dan burung bakaka. Burung-burung ini datang dan berkerumun tatkala ada diantara penduduk memberi makan ikanikan tahuman di keramba-keramba.

Tidak jauh dari perkampungan terapung terdapat juga komunitas kera berhidung panjang dari jenis bekantan. Kera-kera Probo atau Prosboscies Monkeys di dusun Bambaler ini menunjukkan adanya 2 jenis yang berbeda, yaitu kelompok bekantan berbulu kuning muda namun berbadan besar. Sedangkan kelompok yang lain berbulu coklat dan berbadan lebih kecil.


Di dusun Bambaler juga terdapat jenis dengen atau musang air atau berang-berang berbadan besar. Kemungkinan besar binatang ini termasuk satwa langka. Dan satwa ini terbilang banyak jumlahnya di sini, serta pernah kedapatan mencuri ikan yang dipelihara di keramba.

Dengan keterangan sederhana ini dapat diambil kesimpulan bahwa semua potensi dusun Bambaler sangat baik dikembangkan menjadi daya tarik wisata "Living in Harmony". Apalagi .... kalau Pemerintah Daerah mau membuat semacam tempat "berbagi rejeki" dengan satwa, pasti dusun Bambaler sangat menarik sebagai tujuan wisata alam. Misalnya, Pemerintah Daerah bersedia membuatkan pelabuhan terapung sebagai tempat makan para kera, tempat makan para bangau dan burung bakaka, atau membuatkan kebun khusus atau feeding shelter sebagai "lumbung pakan" bekantan, pasti semua makhluk hidup akan harmonis bertempat tinggal di Bambaler.

JEMBATAN KALAHIEN SUDAH DIRESMIKAN GUBERNUR KALTENG

Repro : BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA

Setelah lama diidam-idamkan, Jembatan Kalahien akhirnya rampung. Jembatan sepanjang 620 meter yang membentang di atas Sungai Barito itu diresmikan pagi Kamis (25/11/2010) oleh Gubernur Agustin Teras Narang.

Jembatan Kalahien merupakan jembatan terakhir yang dirampungkan di ruas Palangkaraya-Buntok. Dengan selesainya jembatan ini, maka jalan darat yang menghubungkan Kota Palangkaraya dengan empat kabupaten di kawasan Barito, kini benar-benar tersambung.

Selama ini masyarakat Kota Palangkaraya yang hendak bepergian ke kawasan Barito, atau sebaliknya, harus menempuh perjalanan sekitar 13 jam karena jalan darat belum tersambung sehingga masyarakat harus memutar melalui Provinsi Kalsel.

Namun setelah jalan darat tersambung, masyarakat hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar empat jam. Lancarnya jalan darat ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.

Pasalnya, arus barang dan jasa makin lancar sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh melalui Kalsel jika ingin melakukan aktivitas atau transaksi bisnisnya. Jembatan Kalahien dibangun sejak 1998 lalu dengan total dana mencapai Rp 90 miliar.

Selain keterbatasan dana yang akhirnya membuat pembangunannya dilakukan secara bertahap, penyelesaian jembatan tersebut juga sempat terkendala banjir yang sempat merendam kawasan itu.

(noorjani aseran)

Senin, 15 November 2010

MANJAGA TANE RANU

DEDIKASI UNTUK BARITO SELATAN



Pintu Gembang
Dalam bulan November 2010 ini jembatan Kalahien selesai. Dengan demikian terbukalah belenggu  isolasi dan lahirlah pintu gerbang baru DAS Barito melalui akses jalan darat :  KALAHIEN. 

Melalui fakta ini maka desa Kalahien secara otomatis langsung berubah menjadi beranda muka DAS Barito dan menjadi pintu utama kabupaten Barito Selatan. Artinya Kalahien adalah pintu gerbang selamat datang ke kota Buntok. Lalu adakah hal menarik yang patut disuguhkan Kalahien sebagai pintu gerbang kota Buntok? Tentu saja ada, bahkan cukup banyak. Salah satu yang patut disuguhkan adalah Kalahien sebagai Gerbang Pariwisata kabupaten Barito Selatan.


Kalahien Pintu Gerbang Pariwisata Barito Selatan
Kalahien sebagai Gerbang Pariwisata kabupaten Barito Selatan menyimpan beberapa keunggulan diantaranya wisata budaya. Apakah keunggulan budaya itu? Pertama Kalahien adalah kediaman suku Dayak Dayak Dusun Witu Ma'ai yang sampai saat ini 70 % penduduknya penganut keyakinan Kaharingan. Dengan keyakinan ini maka di dalam masyarakatnya  berkembang  budaya "Wadian", sebuah seni dan budaya khas yang memiliki keunggulan tinggi. Kedua, di Kalahien ini upacara kematian "Wara" masih bertahan ditengah-tengah gerusan arus zaman yang kian dahsyat.


Ketiga, di Kalahien juga ditemukan 3 situs budaya Dayak yang sangat penting bagi masyarakat Barito Selatan yaitu Kariring Jaya Pangkalimasapi, Lewu Pangantuhu dan makam Pahlawan Kalimantan Tengah "Christian Simbar".



 
Dedikasi untuk Barito Selatan
Kalahien sebagai Gerbang Pariwisata kabupaten Barito Selatan menyimpan juga keunggulan wisata alam diantaranya danau Hante, Janah Tarawa, danau Parigi dan keunikan lain yang patut dikembangkan. Maka untuk mengenal apa saja keunggulan alam Kalahien dan sekitarnya, berikut disampaikan syair lagu karya aktivis wadian desa Kalahien "DOLOI MARTHIN" yang berjudul "PUJIAN ALAM".

Syair karya Doloi Marthin ini kemudian direkam dalam bentuk lagu daerah Barito Selatan, dinyanyikan oleh Fever dan diproduksi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2005.

Inilah syair dan lagu tersebut: 


video


PUJIAN ALAM
(Hungei Parigi)
karya: Doloi Marthin
dinyanyikan oleh: Fever


MANJAGA TANE RANU

1. Kalahien tane e rata
kasuburan tane haot sadia
uneng pamelum mina di mama
bakoi mambeda suku agama

2. Hungei Parigi ajoh basimpang
amun natetei ta'u nyantawang
danau Hante ajoh badawang
oboh na jaga teke na batang

3. Tarus ga entu ga jawuk hante
tane e luau ajoh ba pike
amun takam bakoi ba tane
oboh babagi mat uneng site

4. Amun takam giat bagawi
ada manre di ada ngalamun
takam ngindi ga uneng ulun
sa haot maju tumpuk na tate